Operasi Pasar Diskoumperindag Serang Diserbu Emak-Emak, Harga Sembako Lebih Murah
Serang, Banten - Puluhan emak-emak dengan penuh semangat menyerbu Operasi Pasar (OP) yang digelar Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang di Halaman Kantor Kecamatan Gunungsari pada Selasa, 15 September 2026. Antusiasme ini terjadi karena harga kebutuhan pokok yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
Alasan Emak-Emak Gunungsari Antusias Memburu Sembako Murah
Kehadiran operasi pasar ini menjadi berkah tersendiri bagi warga, terutama para ibu rumah tangga yang selama ini mengeluhkan tingginya harga kebutuhan pokok. Sami'ah (44), warga Kampung Dago, Desa Sukalaba, Kecamatan Gunungsari, mengungkapkan rasa syukurnya bisa mendapatkan Minyakita dengan harga terjangkau.
Alhamdulillah saya beli Minyak Kita harganya murah, cuma Rp15.500. Kalau di pasaran harganya Rp19.000 sampai Rp20.000. Kalau bisa sering-sering buka operasi pasar murah, ujar Sami'ah dengan wajah berseri.
Pantauan di lokasi menunjukkan operasi pasar yang dibuka sekitar pukul 09.00 WIB ini langsung dipadati puluhan emak-emak. Bahkan sempat terjadi kekhawatiran ketika stok Minyakita sempat habis, namun beruntung pihak penyelenggara segera menambah pasokan sehingga semua warga yang antre bisa kebagian.
Perbandingan Harga Sembako di Operasi Pasar vs Pasaran
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang, Adang Rahmat, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan meringankan beban masyarakat. Ia memastikan seluruh sembako yang dijual memiliki harga di bawah harga pasar.
- Minyakita: Rp15.500 per liter (pasaran Rp19.000-Rp20.000)
- Beras SPHP: Rp55.000 per 5 kilogram
- Cabai rawit: Rp40.000 per kilogram (pasaran Rp50.000)
- Bawang merah: Rp24.000 per kilogram
Alhamdulillah masyarakat sangat antusias sekali untuk membeli sembako yang kami siapkan. Sembako yang kami bawa yaitu beras, minyak, bawang merah, cabai rawit, dan gula pasir, terang Adang Rahmat.
Dari ratusan liter Minyakita dan beras SPHP atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan yang disiapkan, semuanya ludes terjual karena tingginya minat masyarakat. Adang menegaskan bahwa operasi pasar ini akan terus digelar di setiap kecamatan se-Kabupaten Serang sebagai upaya pemerintah menekan harga di pasaran.
Operasi Pasar Berikutnya di Kecamatan Kopo dan Jawilan
Kepala Bidang Perdagangan pada Diskoumperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari, menyebutkan bahwa operasi pasar yang digelar hampir mencapai 16 titik. Setelah Kecamatan Gunungsari, giliran Kecamatan Kopo dan Jawilan yang akan merasakan manfaat program ini pada 19-20 September 2026.
Untuk Minyakita kami menyiapkan sebanyak 360 liter, ID Food 360 liter sehingga total mencapai 720 liter. Kemudian beras SPHP sebanyak 50 pack atau 250 kilogram. Selain itu, kami juga menyiapkan minyak premium, gula, dan terigu dari poktan binaan Bank Indonesia, papar Titi.
Perbandingan harganya sangat jauh, hampir Rp2.000 hingga Rp3.000 lebih murah. Ini bentuk kepedulian pemerintah agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tambahnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Camat Gunungsari Sri Rahayu Basukiwati, Sekretaris Diskoumperindag Dimas Panduasa, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Supyanto, serta perwakilan dari Bagian Perekonomian Setda dan Bapperida Kabupaten Serang.
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Ketahanan Pangan
Operasi pasar ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran pemerintah sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil. Dalam semangat kebersamaan dan ukhuwah, program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan warga.
Semoga keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah kebaikan ini, dan semoga program serupa terus berlanjut demi kesejahteraan umat dan bangsa.
Pewarta: Achmad Irfan | Editor: Lukman Hakim
Photo: Antara News