15 Petani Wonosobo Jadi Penyuluh Swadaya, Perkuat Pendampingan Hingga ke Desa
WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengambil langkah bijak dengan menyiapkan 15 petani dari berbagai kecamatan untuk menjadi Penyuluh Swadaya. Inisiatif ini lahir dari keprihatinan akan keterbatasan jumlah penyuluh pertanian pemerintah yang belum sepenuhnya menjangkau hingga tingkat desa.
Para petani terpilih ini bukan sembarang petani. Mereka dipilih karena memiliki pengalaman dan kompetensi yang mumpuni di bidang pertanian, serta kemauan tulus untuk berbagi ilmu dengan sesama petani. Ini adalah wujud nyata semangat gotong royong yang mengakar kuat dalam budaya kita.
Mengapa Petani Menjadi Penyuluh yang Efektif?
Kabid Bina Program dan Penyuluhan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Umar Shoid, menjelaskan bahwa keberadaan Penyuluh Swadaya diharapkan menjadi kekuatan baru dalam memperluas jangkauan penyuluhan pertanian.
“Karena dalam kesehariannya mereka adalah petani, maka mereka lebih memahami persoalan dan kebutuhan yang dirasakan sesama petani. Sehingga apa yang disampaikan juga diharapkan lebih mudah dipahami oleh petani,” kata Umar, Rabu (16/9/2026).
Kearifan lokal mengajarkan kita bahwa mereka yang dekat dengan masalah adalah yang paling paham akan solusinya. Petani yang menjadi penyuluh berbicara dalam bahasa yang sama, dengan pengalaman yang sama, sehingga pesan yang disampaikan lebih mengena di hati.
Mitra, Bukan Pengganti Penyuluh Pemerintah
Umar menegaskan bahwa Penyuluh Swadaya tidak dibuat untuk menggantikan peran penyuluh pertanian pemerintah. Sebaliknya, mereka akan menjadi mitra sekaligus kekuatan pendukung dalam mendampingi petani di lapangan. Kolaborasi ini adalah contoh indah dari sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Para calon Penyuluh Swadaya telah mendapatkan pembekalan mengenai dasar-dasar kepenyuluhan. Materinya meliputi teknik mengidentifikasi potensi wilayah, komunikasi, penyusunan materi penyuluhan, pembuatan media penyuluhan, hingga berbagai materi pendukung lainnya. Setelah pembekalan, mereka diarahkan untuk berkolaborasi dengan Penyuluh Pertanian di wilayah masing-masing.
Andi Setiawan: Berbagi Pengalaman Budidaya Melon
Salah satu contoh nyata adalah keterlibatan Andi Setiawan sebagai Penyuluh Swadaya dalam kegiatan pembelajaran budidaya melon. Andi dipilih karena memiliki pengalaman dan kompetensi dalam budidaya melon. Baginya, keterlibatan ini bukan sekadar menjadi instruktur, tetapi juga kesempatan untuk berbagi pengalaman dan belajar bersama petani lainnya.
“Sebagai Penyuluh Swadaya, saya menyambut baik upaya yang dilakukan dinas untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat dan petani di Kabupaten Wonosobo,” ujar Andi.
Andi berharap semakin banyak petani maupun praktisi pertanian yang bersedia terlibat dalam penyuluhan. Menurutnya, keterlibatan petani dalam proses berbagi pengetahuan juga dapat membuat dunia pertanian semakin menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Harapannya pertanian menjadi lebih menarik lagi bagi masyarakat dan generasi muda. Semoga ke depan makin banyak praktisi pertanian atau petani yang bisa bergabung menjadi Penyuluh Swadaya, agar lebih banyak petani yang belajar dari petani,” katanya.
Kolaborasi Pemerintah dan Petani untuk Masa Depan Pertanian
Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Dwiyama SB, menyatakan bahwa pengembangan Penyuluh Swadaya akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan penyuluh pertanian pemerintah.
“Kami akan terus berupaya meningkatkan peran teman-teman Penyuluh Swadaya dalam berbagai kesempatan kepenyuluhan,” kata Dwiyama.
Ia menyebut, petani yang memiliki keahlian khusus pada komoditas tertentu dapat dilibatkan dalam berbagai kegiatan pembelajaran sesuai kompetensinya. Pola ini menjadi bentuk kolaborasi yang memberdayakan antara pemerintah dengan petani yang memiliki pengalaman langsung di lapangan.
Menuju Jejaring Penyuluh Swadaya yang Lebih Luas
Ke depan, Pemkab Wonosobo berharap jejaring Penyuluh Swadaya dapat semakin berkembang. Tidak hanya membantu kegiatan penyuluhan, mereka juga diharapkan menjadi penggerak inovasi, memperkuat kelembagaan petani, serta menjadi jembatan pertukaran pengalaman antarpetani.
Dengan pola ini, petani di Wonosobo diharapkan tidak hanya berperan sebagai penerima informasi, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang bisa membantu petani lain meningkatkan kemampuan dan produktivitasnya. Semangat ini selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa kita, di mana setiap individu memiliki peran untuk memajukan sesama. Semoga langkah baik ini menjadi berkah dan inspirasi bagi daerah lain di Nusantara.
Photo: Tribun Jateng