Bank Mandiri dan Nasabah Livin' Tanam Mangrove, Jaga Warisan Alam untuk Generasi
Jakarta, Nur Nusantara – Indonesia dianugerahi Allah dengan ekosistem mangrove terluas di dunia. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, luas hutan mangrove kita mencapai 3,45 juta hektar, sekitar 20% dari total mangrove global. Namun, sejak tahun 1980 hingga 2025, kita kehilangan sekitar 1,3 juta hektar mangrove, atau 31% dari luas nasional, akibat alih fungsi lahan, abrasi, dan degradasi. Ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama.
Pemerintah telah berkomitmen merehabilitasi ratusan ribu hektar ekosistem mangrove secara bertahap, terukur, berbasis komunitas, dan berkelanjutan. Pada momentum Hari Mangrove Sedunia, 26 Juli lalu, dunia usaha pun diajak mengambil peran. Mangrove bukan sekadar pelindung garis pantai; ia adalah penyimpan karbon yang luar biasa, bahkan lebih besar dari hutan daratan tropis jika dihitung per satuan luas, termasuk karbon dalam biomassa dan tanah.
Perlindungan dan rehabilitasi mangrove menjadi kunci dalam mendukung target Indonesia's Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Tantangan sesungguhnya bukan pada jumlah bibit, melainkan pada kepastian tumbuh dan validitas pengukuran serapan emisi. Ini soal kejujuran dan tanggung jawab, nilai yang diajarkan agama kita.
Peran Bank Mandiri dalam Menjaga Amanah Alam
Bank Mandiri, sebagai bagian dari ekosistem ekonomi negeri, turut serta dalam menjaga warisan alam ini. Melalui fitur Livin' Planet pada aplikasi Livin' by Mandiri, jejak karbon nasabah ritel dikonversi menjadi aksi penanaman pohon. Setiap bibit dipantau bersama mitra konservasi, dan perkembangannya dilaporkan kembali kepada nasabah. Kontribusi tidak berhenti pada hari tanam, tetapi terus berlanjut hingga tahun-tahun mendatang.
“Pemerintah menegaskan pemulihan mangrove harus terukur dan ilmiah. Sejalan dengan itu, Bank Mandiri memastikan setiap kontribusi penanaman nasabah tercatat dan serapan emisinya dihitung sesuai metodologi yang berlaku. Akuntabilitas adalah bagian dari cara kami menjalankan komitmen keberlanjutan,” ujar Senior Vice President ESG Group Bank Mandiri, Monica Yoanita Octavia, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).
Mangrove, Kontribusi Terbesar dari Hati Nasabah
Hingga 22 Juli 2026, kontribusi nasabah melalui Livin' Planet telah menghasilkan penanaman sekitar 2.697 batang pohon, dengan serapan emisi 64,29 ton CO2e. Mangrove menjadi komponen terbesar, mencapai 2.309 batang dengan serapan 40,26 ton CO2e, atau 63% dari total serapan program. Nilai ini setara dengan emisi perjalanan mobil sejauh lebih dari 244.000 kilometer, atau konsumsi listrik rumah tangga sebesar 73.897 kWh.
Bakau merah dipilih karena perannya sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi sekaligus penyerap karbon yang efektif. Selain mangrove, nasabah juga menanam pohon produktif alpukat dan aren sebanyak 387 batang dengan serapan 24,02 ton CO2e. Kedua jenis ini tidak hanya menyerap karbon, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui buah alpukat dan gula aren.
Keberlanjutan sebagai Ibadah dan Strategi Bisnis
Kontribusi ini adalah bagian dari langkah keberlanjutan Bank Mandiri yang lebih luas. Dalam berbagai aktivasi lingkungan, Bank Mandiri telah menanam mangrove bersama komunitas, termasuk pada ajang Mandiri Bintan Marathon dan Mandiri Looping for Life.
Dari sisi pembiayaan, hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan berkelanjutan perseroan mencapai sekitar Rp327,3 triliun, tumbuh 7,5% secara tahunan, dengan pembiayaan hijau sebesar Rp172,8 triliun. Di sisi operasional, Bank Mandiri konsisten menurunkan emisi melalui kendaraan listrik dan hybrid, optimalisasi green building, dan pemasangan solar panel.
“Bagi Bank Mandiri, keberlanjutan adalah bagian dari strategi bisnis jangka panjang, bukan inisiatif terpisah. Target Net Zero Emission in Operation pada 2030 dan Net Zero Emission in Financing pada 2060 atau lebih cepat menjadi acuan dalam keputusan operasional dan bisnis,” ujar Monica.
“Sebagai bagian dari Ekosistem Penggerak Ekonomi Negeri, Bank Mandiri terus mengintegrasikan agenda keberlanjutan ke dalam strategi bisnis dan operasional. Upaya ini memperkuat komitmen kami dalam menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
FAQ: Pertanyaan Seputar Program Mangrove Bank Mandiri
Apa itu fitur Livin' Planet di Livin' by Mandiri?
Livin' Planet adalah fitur yang mengonversi jejak karbon nasabah ritel menjadi aksi penanaman pohon, termasuk mangrove. Setiap kontribusi dipantau bersama mitra konservasi dan dilaporkan kembali kepada nasabah.
Mengapa mangrove dipilih sebagai jenis pohon utama?
Mangrove, khususnya bakau merah, dipilih karena perannya sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi dan penyerap karbon yang efektif. Ekosistem ini juga menyimpan lebih banyak karbon dibanding hutan daratan tropis.
Bagaimana dampak ekonomi dari program ini bagi masyarakat?
Selain mangrove, program ini juga menanam pohon produktif seperti alpukat dan aren. Buah alpukat dan gula aren memberikan nilai ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.