Hikmah Sejarah: Ketika Dunia Nyaris Kiamat Akibat Perang Nuklir
Subhanallah, betapa Allah SWT telah menyelamatkan dunia dari kehancuran total melalui kebijaksanaan seorang perwira Rusia pada tahun 1962. Kisah ini mengingatkan kita bahwa takdir umat manusia berada di tangan Yang Maha Kuasa, bukan di tangan para penguasa dunia yang sombong.
Ketiadaan perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia sejak 5 Februari 2026 membangkitkan kekhawatiran akan eskalasi konflik nuklir. Sejarah kelam 1962 menjadi pengingat bagaimana dunia pernah berada di ambang kehancuran akibat arogansi kekuatan besar.
Krisis Kuba: Ujian Terbesar Umat Manusia
Pada tahun 1962, dua kekuatan adidaya, Amerika Serikat dan Uni Soviet, terlibat dalam ketegangan yang membawa dunia ke tepi jurang kiamat. Krisis bermula ketika Uni Soviet menempatkan rudal nuklir di Kuba, merespons provokasi AS yang lebih dahulu menempatkan senjata nuklir di Turki.
Amerika Serikat membalas dengan blokade laut terhadap Kuba, menaikkan status militer ke siaga perang tertinggi. Ribuan tentara, kapal perang, dan jet tempur bersiap menyerang. Dunia menahan napas menunggu keputusan Presiden John F. Kennedy.
Malam yang Menentukan Nasib Dunia
Puncak krisis terjadi pada malam 27 Oktober 1962. Angkatan Laut AS mendeteksi kapal selam Soviet B-59 yang bergerak diam-diam di perairan Kuba. Pasukan AS berusaha memaksa kapal selam naik ke permukaan dengan menjatuhkan bom latihan di sekitarnya.
Yang tidak mereka ketahui, kapal selam tersebut membawa rudal nuklir. Di kedalaman laut, awak kapal tidak menyadari bahwa ledakan itu hanya peringatan. Kapten Valentin Savitsky, dalam tekanan ekstrem tanpa komunikasi dengan Moskow, menganggap perang telah dimulai.
Malaikat Penyelamat Bernama Vasily Arkhipov
Untuk meluncurkan rudal nuklir, diperlukan persetujuan tiga perwira tinggi. Savitsky dan satu perwira lain menyetujui peluncuran. Namun, Vasily Arkhipov, dengan kebijaksanaan yang mungkin diilhamkan Allah, menolak memberikan persetujuan.
Arkhipov berpendapat bahwa keputusan perang tidak boleh diambil berdasarkan asumsi tanpa perintah langsung dari Moskow. Keputusannya menyelamatkan dunia dari kehancuran total.
Sejarawan Martin J. Sherwin menyatakan: "Dengan berkata tidak, Arkhipov sudah menyelamatkan dunia." Jika dia menyetujui, rudal nuklir akan meluncur ke daratan AS, memicu perang nuklir global yang menghancurkan peradaban.
Pelajaran untuk Umat Islam dan Dunia
Kisah ini mengajarkan bahwa keangkuhan kekuatan duniawi dapat membawa kehancuran. Sebagai umat Islam, kita percaya bahwa Allah SWT adalah pengendali sejati atas takdir manusia. Kebijaksanaan satu orang yang taqwa dapat menyelamatkan jutaan nyawa.
Akhirnya, kapal selam B-59 muncul ke permukaan dan krisis mereda. Setelah negosiasi intensif, Uni Soviet menarik rudalnya dari Kuba, sementara AS secara diam-diam menarik senjata nuklirnya dari Turki.
Berkat kejadian ini, kedua negara membangun jalur komunikasi khusus dan perjanjian pengendalian senjata nuklir. Namun kini, AS dan Rusia tidak lagi terikat perjanjian tersebut, mengingatkan kita akan pentingnya diplomasi dan kebijaksanaan dalam menghadapi konflik.
Semoga Allah SWT melindungi dunia dari kehancuran dan memberikan hidayah kepada para pemimpin dunia untuk memilih jalan damai, bukan jalan peperangan yang sia-sia.