Sinergi Pendidikan Barito Utara untuk Generasi Berakhlak
Muara Teweh, Nusantara - Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan fondasi utama kejayaan bangsa. Mewujudkan semangat tersebut, Bunda Guru Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Maya Savitri Shalahuddin menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun melalui implementasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dan Program SIP Pintar.
Kita ingin memastikan seluruh anak di Kabupaten Barito Utara memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang berkualitas sejak usia dini hingga jenjang menengah,
ungkap Maya Savitri Shalahuddin di Muara Teweh, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan saat beliau menjadi narasumber pada Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Barito Utara Masa Bakti 2025-2030. Acara berlangsung di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Utara.
Menuntut Ilmu sebagai Hak dan Kewajiban
Maya menyebut pendidikan bukan sekadar investasi jangka panjang, melainkan juga amanah besar yang menentukan masa depan daerah. Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, implementasi SPMB 2026, dan Program SIP Pintar menjadi instrumen utama untuk memenuhi panggilan agama dalam menuntut ilmu.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), katanya, merupakan pondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Di sinilah benih keimanan dan akhlak mulia mulai ditanamkan. Oleh karena itu, keberhasilan program Wajib Belajar 13 Tahun harus dimulai dari penguatan layanan pendidikan pada jenjang PAUD hingga pendidikan menengah.
Program ini sebagai upaya mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas di daerah ini,
katanya.
Maya menjelaskan, pemerintah daerah terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pendidikan yang berpihak kepada peserta didik. Program SIP Pintar, misalnya, memberikan dukungan perlengkapan sekolah bagi siswa pada berbagai jenjang pendidikan. Program ini merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah dalam membantu peserta didik agar dapat belajar dengan nyaman dan memiliki motivasi untuk terus menimba ilmu.
Kami ingin memastikan tidak ada anak yang terhambat pendidikannya karena keterbatasan ekonomi,
tandasnya.
Peran Guru sebagai Ujung Tombak Pembentuk Akhlak
Lebih lanjut, Maya menekankan keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Hal ini memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk guru, orang tua, dan organisasi profesi pendidikan. Guru memiliki peran yang sangat strategis dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik akhlak. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat harus terus diperkuat agar tujuan pembangunan pendidikan dapat tercapai secara optimal,
ungkapnya.
Ia berharap melalui implementasi SPMB 2026 dan berbagai program pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah, seluruh anak usia sekolah di Barito Utara dapat memperoleh layanan pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan.
Harapan kita tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena kendala ekonomi maupun akses pendidikan. Kita ingin melahirkan generasi Barito Utara yang cerdas, berakhlak mulia, berprestasi, dan memiliki daya saing tinggi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,
tegas Maya.
Maya mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus menjaga semangat pengabdian dan bersama-sama mendukung berbagai program pembangunan pendidikan yang telah dicanangkan pemerintah daerah.
Melalui kerja sama dan komitmen bersama, kita optimistis dapat mewujudkan sumber daya manusia Barito Utara yang unggul, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman,
kata Maya Savitri.
Sementara itu, Bupati Barito Utara, Shalahuddin, turut menekankan pentingnya peran PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat profesionalisme tenaga pendidik di daerah. PGRI telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan guru, perlindungan profesi, serta pengembangan kompetensi tenaga pendidik.
Bupati mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh jajaran PGRI Barito Utara yang telah menyelenggarakan konferensi kerja. Acara ini menjadi wadah evaluasi program, penyusunan rencana kerja, penguatan konsolidasi organisasi, serta perumusan langkah-langkah strategis untuk mendukung kemajuan pendidikan di daerah ini.
Shalahuddin menyebut guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia. Dari tangan para guru, lahir generasi penerus bangsa yang memiliki karakter, kecerdasan, keterampilan, dan daya saing yang kuat.
Oleh karena itu, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dipisahkan dari kualitas pendidikan yang diberikan oleh para guru,
kata Shalahuddin.