Prabowo: Jangan Takut Rating Agency, Kekuatan Indonesia Ada di Tangan Sendiri
Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menolak narasi ketakutan yang kerap dihembuskan oleh lembaga pemeringkatan investasi global. Dalam sidang paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), beliau menyampaikan pesan yang menggugah semangat kemandirian bangsa.
“Kita bangsa Indonesia yang 287 juta ini pemimpinnya selalu ditakut-takuti supaya kita memimpin dengan ketakutan, takut dengan pasar, takut dengan ini, takut dengan rating agency,” ujar Prabowo dengan penuh keyakinan.
Mengapa Prabowo Menolak Ketakutan pada Rating Agency?
Prabowo menilai bahwa Indonesia seharusnya tidak gentar menghadapi ancaman dari lembaga pemeringkat global. Beliau mencontohkan kebijakan energi B50, yaitu solar dengan komposisi 50 persen dari minyak sawit, yang justru mendapat perlawanan dari pihak-pihak tertentu.
“Ada yang bilang pabrik-pabrik mesin tidak akan dukung kita, menakut-nakuti kita,” kata beliau. Namun, Prabowo tetap teguh pada pendiriannya bahwa Indonesia mampu mengatasi masalah ekonomi dengan kekuatan sendiri.
Bagaimana Respons S&P dan MSCI terhadap Indonesia?
Prabowo mengungkapkan bahwa Standard and Poor's (S&P) justru memberikan penilaian positif terhadap pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). “Mereka sendiri sudah umumkan bahwa mereka menilai bahwa pembentukan PT DSI adalah tepat. Mereka yang mengatakan itu langkah tepat bagi bangsa Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Morgan Stanley Capital International (MSCI) masih mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market, meskipun sempat membekukan saham Indonesia. S&P dalam laporan pada 13 Juli 2026 mempertahankan peringkat utang jangka panjang Indonesia di level BBB dan peringkat jangka pendek di A-2, dengan prospek stabil.
Apakah Peringkat Indonesia Akan Turun?
Prabowo menepis kekhawatiran tersebut dengan data konkret. “Mereka tetap tidak menurunkan outlook. Kita tetap outlook stable. Kita tetap punya rating investment grade, emerging market,” jelas beliau. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan dunia terhadap Indonesia tetap terjaga.
Mengapa Kita Harus Percaya pada Kekuatan Sendiri?
Prabowo mengajak para menteri dan pemimpin lembaga negara untuk tidak gentar menghadapi tekanan global. “Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri,” ujarnya dengan penuh semangat. Beliau menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar yang tidak perlu diragukan lagi.
Dalam laporannya, S&P juga menilai bahwa pelemahan posisi fiskal dan eksternal Indonesia bersifat sementara dan dapat diredam melalui kenaikan harga komoditas serta efisiensi belanja negara. Upaya pemerintah memperkuat pengelolaan sektor sumber daya alam dan mineral juga dianggap sebagai langkah positif untuk meningkatkan pendapatan negara dan penerimaan ekspor.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Rating Agency Indonesia
Apa itu rating agency dan mengapa penting bagi Indonesia?
Rating agency adalah lembaga yang menilai kemampuan suatu negara dalam membayar utang. Peringkat yang baik meningkatkan kepercayaan investor dan memudahkan akses ke pasar modal global.
Apakah Indonesia berisiko diturunkan peringkatnya?
Berdasarkan pernyataan Prabowo dan laporan S&P, peringkat Indonesia tetap stabil di level investment grade. Tekanan fiskal dan eksternal dinilai bersifat sementara.
Bagaimana dampak kebijakan B50 terhadap perekonomian?
Kebijakan B50, yang menggunakan 50 persen minyak sawit dalam solar, merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi dan memperkuat sektor kelapa sawit nasional.
Dengan semangat kemandirian dan kepercayaan pada kekuatan sendiri, Indonesia terus melangkah maju di tengah tantangan global. Seperti pesan Prabowo, jangan biarkan ketakutan menghalangi langkah kita menuju masa depan yang lebih baik.