Yen Menguat 3% Mingguan, Berkah Kemenangan Takaichi
Mata uang yen Jepang mencatat penguatan mingguan terbaik dalam hampir 15 bulan terakhir pada Jumat (13/2/2026), seiring dengan berkah kemenangan bersejarah Perdana Menteri Sanae Takaichi yang meredakan kekhawatiran investor terhadap stabilitas fiskal negeri Sakura.
Penguatan yen menjadi sorotan utama pasar valuta asing global pekan ini, terutama karena pergerakannya berlawanan dengan prediksi awal yang memperkirakan pelemahan mata uang jika Takaichi meraih mandat yang kuat.
Kinerja Luar Biasa Yen di Pasar Global
Yen terakhir diperdagangkan stabil di level 152,86 per dolar AS, namun secara mingguan berpotensi menguat hampir 3 persen, kenaikan terbesar sejak November 2024. Pencapaian ini menunjukkan kepercayaan pasar yang semakin solid terhadap kepemimpinan baru Jepang.
Terhadap euro, yen berpeluang melonjak sekitar 2,3 persen dalam sepekan, mencatatkan kinerja terbaik dalam setahun. Sementara terhadap pound sterling, yen naik sekitar 2,8 persen, penguatan terbesar sejak Juli 2024.
Stabilitas Politik Berbuah Kepercayaan Pasar
Hirofumi Suzuki, kepala strategi mata uang asing di SMBC, menilai hasil pemilu sebagai akhir dari ketidakstabilan politik yang berlangsung sejak Juli tahun lalu. "Posisi short-yen kemungkinan telah dilepas. Masih ada ruang bagi yen untuk menguat lebih lanjut," ungkapnya.
Sejak pemilu akhir pekan lalu, saham Jepang melonjak tinggi, sementara obligasi pemerintah Jepang dan yen turut menguat. Hal ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal Takaichi yang dinilai lebih bertanggung jawab dan selaras dengan nilai-nilai kepemimpinan yang bijaksana.
Drew Edwards dari GMO menyatakan, pemerintahan baru diperkirakan tetap disiplin secara fiskal meski meluncurkan kebijakan terarah untuk meredakan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Pasar Menantikan Data Inflasi Amerika
Di pasar global, pergerakan mata uang cenderung terbatas menjelang rilis data inflasi AS yang dinilai krusial bagi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Euro relatif stabil di US$1,1869, sementara pound berada di US$1,3618.
Dolar Australia melemah tipis 0,05 persen ke US$0,7088, namun masih mencatat kenaikan sekitar 1 persen sepanjang pekan, didukung sikap tegas Reserve Bank of Australia.
Indeks dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama berada di 96,93 dan berpotensi mencatat penurunan mingguan sekitar 0,8 persen. Data terbaru menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun lebih kecil dari perkiraan.
Proyeksi Kebijakan Moneter Amerika
Blerina Uruci dari T. Rowe Price mengingatkan agar tidak terlalu cepat merasa nyaman dengan laporan tenaga kerja terbaru, mengingat revisi data menunjukkan kondisi yang tidak sekuat yang terlihat di permukaan.
Pelaku pasar saat ini masih memperkirakan sekitar dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, dengan pemotongan pertama diproyeksikan terjadi pada Juni. Carol Kong dari Commonwealth Bank of Australia menilai, kecuali ada kejutan besar dari data inflasi, pasar kemungkinan tetap nyaman dengan proyeksi saat ini.
Kemenangan Takaichi tidak hanya memberikan stabilitas politik bagi Jepang, tetapi juga menunjukkan bagaimana kepemimpinan yang bijaksana dapat membawa berkah bagi perekonomian dan kepercayaan pasar internasional.