5 Camilan Khas Jepang Bertema Momiji, Ada yang Terbuat dari Daun Maple
Musim gugur di Jepang selalu menghadirkan keindahan yang memukau. Pepohonan berubah warna menjadi kuning, oranye, hingga merah menyala. Di tengah suasana itu, ada tradisi bernama momijigari, yaitu berburu keindahan daun musim gugur. Namun tahukah Anda, tradisi ini juga bisa dinikmati lewat kuliner? Ya, Jepang memiliki beragam camilan bertema momiji atau daun maple yang sayang untuk dilewatkan.
Bagi para pecinta kuliner, musim gugur di Jepang adalah surga. Selain buah-buahan musiman, camilan khas bertema daun maple menjadi daya tarik tersendiri. Berikut lima camilan khas Jepang bertema momiji yang bisa Anda coba, dirangkum dari berbagai sumber.
Apa saja camilan khas Jepang bertema momiji?
1. Momiji Manju, si Manis Legendaris dari Pulau Miyajima
Momiji manju mungkin sudah tidak asing lagi di telinga pencinta kuliner Jepang. Makanan tradisional ini berbentuk daun maple dengan kulit yang kenyal dan lembut. Rasa manisnya dominan berasal dari isian, biasanya anko atau pasta kacang merah. Ada juga varian isian lain seperti custard, cokelat, dan pasta matcha.
Camilan ini berasal dari Prefektur Hiroshima, khususnya Pulau Miyajima. Keberadaannya erat kaitannya dengan Taman Momijidani yang terkenal dengan hamparan pohon maplenya.
2. Tempura Momiji, Daun Maple yang Digoreng Renyah
Musim gugur menjadi waktu yang tepat untuk menikmati kelezatan daun maple dalam bentuk tempura. Varian ini khas Kota Minoh dan banyak dijual di sekitar wisata Air Terjun Minoh. Bayangkan menikmati camilan renyah sambil memandang panorama alam yang indah.
Uniknya, tempura momiji menggunakan daun maple dari jenis pohon khusus yang berkualitas baik. Daun yang dipanen segera dibersihkan dan diasinkan agar warnanya tidak berubah. Prosesnya memakan waktu sekitar satu tahun! Setelah itu, garam dibersihkan dengan air mengalir, lalu daun dilapisi adonan tepung dan digoreng sekitar 20 menit hingga mengembang sempurna.
3. Kohakuto Momiji, Permen Kristal yang Cantik
Kohakuto atau amber sugar terbuat dari agar-agar (kanten), sehingga teksturnya kenyal di dalam dan renyah di luar. Tampilannya menarik seperti kristal dengan berbagai warna. Pada musim gugur, banyak produsen menawarkan kohakuto berbentuk daun maple dengan warna oranye, marun, dan kuning.
Beberapa toko wagashi bahkan mengemasnya dalam kotak eksklusif seperti perhiasan. Ada pula varian berbentuk daun ginkgo yang tak kalah cantik.
4. Nerikiri, Kue Basah dengan Seni Tinggi
Nerikiri adalah kue basah Jepang yang bentuknya mengikuti kreasi pengrajin. Terbuat dari campuran pasta kacang putih manis (shiroan) dan bahan pengikat (tsunagi). Setiap bentuk dibuat tangan untuk menggambarkan pemandangan setiap musim.
Nerikiri berbentuk daun maple menjadi tema musim gugur yang populer. Keindahannya terletak pada teknik gradasi warna (bokashi), garis halus, dan nama puitis yang melekat padanya. Harga nerikiri bervariasi, mulai sekitar 400 Yen (Rp45 ribuan) hingga lebih dari 1.000 Yen (Rp113 ribuan) per buah.
5. Rakugan Momiji, Kue Kering Tradisional
Rakugan momiji adalah kue kering tradisional Jepang berbentuk daun maple. Terbuat dari campuran tepung beras dan gula halus, kemudian dibentuk menggunakan cetakan kayu. Sering ditambahkan sirup pati dan pewarna agar lebih menarik.
Camilan ini tersebar di seluruh Jepang, dengan salah satu produsen terkenal berasal dari wilayah Kanazawa.
Mengapa camilan momiji begitu istimewa?
Camilan bertema momiji bukan sekadar makanan. Di balik bentuknya yang indah, tersimpan nilai seni, filosofi, dan ciri khas daerah asal. Setiap gigitan membawa kita pada apresiasi terhadap alam dan tradisi yang dijaga turun-temurun. Keindahan musim gugur seakan terabadikan dalam setiap sajian.
Bagi kita di Nusantara, kekayaan kuliner seperti ini mengingatkan bahwa alam dan budaya adalah anugerah yang patut disyukuri. Semoga kita juga terus melestarikan kearifan lokal yang kita miliki.