Di Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, sekelompok lansia membuktikan bahwa usia senja bukan penghalang untuk berkarya. Melalui program SENJA KARSA, mereka mengubah dedaunan menjadi motif batik ecoprint yang kini mulai menarik perhatian.
Lansia bukan sekadar penerima bantuan sosial. Di tangan mereka, daun pakis dan tanaman lokal lainnya menjadi sumber penghidupan baru sekaligus alat terapi yang menjaga kesehatan jiwa dan raga.
Apa Itu Program SENJA KARSA?
Program ini merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang didukung PT Pertamina EP Jambi Field. Namanya singkatan dari Semangat Lanjut Usia untuk Berkarya, Sehat, dan Sejahtera.
Menurut laporan Antara News, program ini memperkuat Sekolah Lansia Tangguh dengan pendekatan healthy aging, happy aging, dan creative aging. Asesmen awal pada 2025 mencatat Desa Kota Karang berpenduduk sekitar 2.100 jiwa, dengan 175 orang atau 8,3 persen di antaranya lansia.
Pelatihan awal diikuti 50 peserta. Dua peserta menunjukkan kesungguhan luar biasa: Nyai Maisarah, 70 tahun, dan Juliani. Pada tahun ajaran 2026, Nawala bergabung memperkuat kelompok tersebut.
Kisah Maisarah, Duta Lansia yang Tak Kenal Menyerah
Maisarah sempat meragukan dirinya sendiri saat pertama mengikuti pelatihan. Usianya yang tak lagi muda membuatnya bertanya apakah sanggup menyelesaikan setiap tahapan pembuatan batik.
Keraguan itu lenyap begitu ia melihat karya pertamanya.
“Rasanya sangat senang dan bahagia. Kami kembali bisa bermanfaat di usia senja. Tidak menyangka juga bisa membuat batik ini,” kata Maisarah.
Dahulu hari-harinya diisi kegiatan rumah tangga dan mengasuh cucu. Kini ia belajar mengingat nama tanaman, mengenali daun untuk ecoprint, hingga menanamnya sendiri di kebun produksi.
“Saya merasa tidak berat membuat batik ecoprint, malah senang karena sekarang ada wadah, ada kurikulum, dan semuanya tertata dengan baik,” ujarnya.
Membaca Potensi Alam dengan Cara Berbeda
Kelompok ini pernah menggunakan daun duku sebagai motif. Kini mereka mengembangkan daun pakis liar serta mempelajari potensi daun matoa dan bengkal.
Setiap tanaman punya karakter berbeda. Bentuk daun, kekuatan tulang daun, dan responsnya saat proses pengolahan menjadi pelajaran berharga untuk menemukan motif paling sesuai.
Koordinator SENJA KARSA sekaligus Kepala Sekolah Lansia Tangguh, Siti Aisyah, menjelaskan alasan pemilihan ecoprint.
“Kami ingin mencari keunikan tersendiri dengan memanfaatkan tanaman yang ada di daerah sendiri,” kata Aisyah.
Langkah ini sejalan dengan semangat kemandirian yang terus didorong Pertamina. Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan kemandirian menjadi salah satu tujuan utama program Desa Energi Berdikari, seperti dilaporkan Bisnis.
Terapi Seni yang Menyehatkan
Senior Officer CID PHR Zona 1 Winda Damelia menjelaskan konsep creative aging yang dikembangkan program ini.
“Pengembangan keberlanjutan melalui sociopreneurship tetap berkaitan dengan kesehatan, salah satunya melalui pembuatan batik ecoprint sebagai bentuk terapi seni,” kata Winda.
Program turut memadukan pemeriksaan kesehatan, senam lansia, edukasi kesehatan, serta kelas sosial dan spiritual. Keluarga, kader kesehatan, dan tenaga pendamping dilibatkan agar dukungan menyeluruh.
Dalam konteks ini, pendekatan program sejalan dengan nilai-nilai keagamaan yang mengajarkan kaum tua tetap dihormati, dilibatkan, dan diberi ruang berkontribusi. Islam sangat menghargai para senior sebagai sumber hikmah dan doa bagi generasi muda.
Belum Dipasarkan, Tapi Harapan Sudah Tumbuh
Sampai saat ini kelompok telah menghasilkan kain batik ecoprint dan tas berbahan katun. Seluruh karya belum dipasarkan karena para peserta masih menyempurnakan kualitas dan mencari karakter produk.
“Ke depan, kami akan menyusun mekanisme pemasaran serta pemanfaatan hasil penjualan untuk menjaga keberlanjutan produksi dan memberikan manfaat ekonomi bagi para lansia,” ujar Winda.
Pakar ekonomi Jambi dari Universitas Jambi, Prof. Dr. H. Haryadi, menilai program ini harus menempatkan manusia sebagai pusat perubahan. Ia menekankan pencatatan biaya produksi dan pembagian hasil yang transparan.
“Tenaga lansia tidak patut dianggap gratis hanya karena kegiatan berlangsung dalam program sosial,” tegas Haryadi.
Dukungan Desa dan Kolaborasi Luas
Penjabat Kepala Desa Kota Karang Suandi mengapresiasi kehadiran PT Pertamina EP Jambi Field. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi, menjaga kesehatan, dan mendukung kegiatan keagamaan para lansia.
Kolaborasi diperkuat bersama Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jambi Zamhari berharap kolaborasi membuka ruang sinergi lebih luas, termasuk Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting.
Semangat kemandirian desa ini seirama dengan dorongan pemerintah. Seperti dilansir Media Asuransi, Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan penguatan energi baru dan terbarukan menjadi agenda prioritas mewujudkan kemandirian energi nasional.
FAQ
Apa itu batik ecoprint?
Batik ecoprint adalah teknik pewarnaan kain menggunakan bentuk dan karakter dedaunan asli sebagai motif, tanpa canting atau cap malam.
Siapa peserta tertua program SENJA KARSA?
Maisarah, berusia 70 tahun, yang juga dipercaya menjadi Duta Lansia Kota Karang pada 2025.
Apakah produk ecoprint sudah dijual?
Belum. Kelompok masih berada pada tahap produksi dan menyempurnakan kualitas sebelum memasuki pemasaran.
Siapa pendukung utama program ini?
PT Pertamina EP Jambi Field, bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, dan pemerintah desa.
