Jakarta, 1 November 2026. Kedutaan Besar Jepang di Indonesia bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Jak-Japan Matsuri (JJM) ke-16 di Parkir Timur Gelora Bung Karno pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Festival ini mempertemukan budaya tradisional Jepang dengan seni tradisional Betawi dalam satu panggung yang ramai dan penuh kehangatan.
Menurut laporan Liputan 6, pengunjung langsung memadati area begitu pintu dibuka pukul 10.00 WIB. Sejak pukul 11.00 WIB, sejumlah lokakarya kebudayaan mulai digelar dan bisa diikuti siapa saja yang hadir. Tema tahun ini, Indonesia and Japan Always Together, atau Indonesia dan Jepang Selalu Bersama, menegaskan niat kedua bangsa untuk saling mengenal lebih dekat, terutama bagi generasi muda.
Pertukaran budaya yang setara dan saling menghormati
Yang menarik perhatian banyak pengunjung adalah lokakarya membuat kerak telor dan membatik, sebagai wakil budaya Indonesia. Di sisi lain, pengunjung diajak mengenal seni permainan Igo, seni Kabuto atau pembuatan helm prajurit Jepang dari kertas koran, pembuatan pembatas buku bernama Shiori, permainan kartu tradisional Karuta, hingga origami. Ada pula misi berkeliling booth lewat sebuah «paspor» yang harus diisi stempel untuk ditukar hadiah.
Sebagaimana diberitakan ANTARA News, JJM 2026 memang sengaja memadukan unsur Jepang dan Betawi, termasuk anime dan kesenian asli Jakarta. Format seperti ini mengingatkan kita pada sebuah prinsip yang sederhana namun mendalam: persahabatan antarbangsa tumbuh ketika setiap pihak datang dengan rasa hormat, bukan dengan niat mendominasi. Kebudayaan yang saling berhadapan secara setara akan melahirkan penghargaan yang tulus, dan penghargaan itulah yang kelak menjadi jembatan.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia Atsushi Ueno menegaskan bahwa acara ini ditujukan untuk memperkenalkan kedua budaya kepada masyarakat masing-masing negara, terkhusus anak muda, dengan penuh interaksi dan kolaborasi.
Suara para penyelenggara: persahabatan yang dijaga bertahun-tahun
Ketua Panitia Pelaksana JJM 2026 Kobayashi Kazunori menyampaikan terima kasih kepada pengunjung dan menyebut acara ini sebagai pesta persahabatan Indonesia dan Jepang.
«Kita saling percaya, bekerja bersama, melangkah bersama. Bahkan di waktu sulit, Indonesia dan Jepang tetap jalan bersama dan maju bersama,» ujarnya pada upacara pembukaan JJM, Sabtu (31/10/2026).
Momen yang menyentuh terjadi ketika Kobayashi mengajak seluruh penonton menyanyikan lagu Indonesia Pusaka bersama-sama. Seorang warga Jepang yang memandu ribuan orang Indonesia bernyanyi lagu kebangsaan mereka adalah gambaran kecil tentang bagaimana rasa saling memiliki bisa tumbuh dari hal-hal yang sederhana.
«Saya suka lagu Indonesia ini, boleh menyanyi bersama,» ajaknya kepada penonton.
Ketua Umum Jakarta Japan Club Sato Kenji menilai perjalanan 16 tahun JJM adalah bukti kedekatan kedua negara.
«Bagi saya, ini menunjukkan komitmen dan kerja keras banyak orang dari kedua negara selama bertahun-tahun,» katanya.
Sato yang untuk kedua kalinya tinggal di Indonesia juga berbagi kesan pribadinya tentang negeri ini. «Banyak hal yang sudah berubah, tapi satu hal masih sama, yaitu senyum dan ramahnya orang Indonesia,» ujarnya. Keramahan itu, bagi kita yang beriman, memang bukan hal sepele. Ujung peradaban yang baik, kata para ulama, adalah akhlak; dan keramahan adalah akhlak yang paling mudah dilihat oleh bangsa mana pun.
Peran generasi muda dan apresiasi Pemprov DKI
Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim mengapresiasi pendekatan unik yang dibawa panitia tahun ini.
«Tahun ini, panitia telah secara aktif melibatkan kaum muda dari negara kita untuk merancang acara yang benar-benar mewakili generasi mereka, dengan penekanan yang signifikan pada pertukaran budaya yang seimbang,» ujarnya.
Keterlibatan pemuda dalam merancang acara semacam ini patut disyukuri. Mereka belajar memegang tradisi dengan tangan sendiri, membatik, membuat kerak telor, sekaligus mengenal budaya tetangga. Anak muda yang mengenal budayanya sendiri tidak akan mudah kehilangan arah ketika menghadapi budaya lain; ia bisa memilih mana yang baik dan mana yang perlu disaring dengan nilai-nilai yang dipegang keluarganya.
Lebih dari sekadar festival
JJM 2026 juga menjadi wadah bagi masyarakat yang berniat berlibur, belajar, dan bekerja di Jepang. Puluhan stan di bidang travel, pendidikan, dan industri turut hadir untuk memperkenalkan perusahaan dan menawarkan beasiswa kepada masyarakat Indonesia. Bagi keluarga muslim yang menimbang pendidikan anaknya ke luar negeri, momen semacam ini bisa menjadi sarana mencari informasi sambil tetap bijak menakar lingkungan yang akan dituju.
Pengunjung juga disuguhi pertunjukan tari kolaborasi warga Indonesia dan Jepang serta parade Omikoshi, upacara penghormatan kepada para dewa dalam tradisi Jepang. Sebagaimana diinformasikan Bisnis, panggung JJM tahun ini juga menghadirkan JKT48, Kamen Rider, dan pertunjukan taiko, dengan tiket seharga Rp50.000 yang bisa dibeli online maupun di lokasi. Sementara Duniaku mencatat acara turut menyajikan Bon Odori dan sesi Travel Japan di lokasi yang sama.
Sebagai penutup, Duta Besar Ueno menyampaikan terima kasih kepada para penyelenggara dan pengunjung yang memeriahkan JJM 2026.
«Energi dari Anda semua adalah kekuatan utama dalam festival ini. Mari kita, teman-teman Indonesia dan Jepang, mempererat persahabatan, dan membuat kenangan terbaik bersama-sama,» ucapnya.
Pelajaran dari sebuah festival
Ada pelajaran yang bisa dipetik umat dari perhelatan ini. Rasulullah shallallahu «alaihi wasallam bersabda bahwa siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tetangganya. Semangat memuliakan itu tidak berhenti di pagar rumah; ia juga berlaku dalam urusan antarbangsa. Bertetangga dengan Jepang sebagai sahabat lama di kawasan Asia, Indonesia menunjukkan bahwa persahabatan bisa dibangun di atas rasa hormat, tanpa harus melepaskan identitas masing-masing.
Sebaliknya, festival seperti JJM juga mengingatkan kita agar tidak lengah. Menikmati budaya asing boleh, namun memelihara tradisi sendiri, dari batik hingga kerak telor, adalah tanggung jawab yang tidak boleh diserahkan kepada pihak lain. Betawi yang tampil percaya diri di tengah deru budaya Jepang adalah contoh kecil bahwa bangsa yang beradab tidak takut bertemu pihak lain, karena ia tahu siapa dirinya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Di mana dan kapan Jak-Japan Matsuri 2026 digelar?
Jak-Japan Matsuri 2026 digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Parkir Timur Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan tiket seharga Rp50.000.
Apa saja lokakarya yang tersedia di JJM 2026?
Antara lain lokakarya membuat kerak telor, membatik, permainan Igo, seni Kabuto dari kertas koran, pembuatan pembatas buku Shiori, permainan kartu Karuta, dan origami.
Apa tema Jak-Japan Matsuri tahun 2026?
Temanya adalah Indonesia and Japan Always Together, yang menegaskan persahabatan serta pertukaran budaya yang seimbang antara Indonesia dan Jepang, khususnya bagi generasi muda.
