Doa Mohon Ampun Rasulullah SAW yang Mengetuk Pintu Rahmat
Manusia adalah tempatnya salah dan lupa, namun sebaik-baik hamba adalah mereka yang bersegera memohon ampunan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW, sosok yang dijamin surga dan terpelihara dari dosa, justru merupakan orang yang paling banyak beristighfar setiap harinya. Ini bukan karena dosa, melainkan wujud penghambaan yang paling murni. Umat Islam perlu mengamalkan doa mohon ampunan dosa yang sering dibaca Rasulullah SAW untuk mengetuk pintu rahmat Allah di tengah tipudaya dunia modern.
Mengapa Rasulullah SAW Sering Beristighfar?
Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW dijamin ma'sum atau terpelihara dari dosa. Meski begitu, beliau justru sangat rajin memohon ampun. Merujuk pada Ebook Sunnah-Sunnah Sehari-hari karya Abdullah Hamud al Furaij dan Buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, rutinitas ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus teguran keras bagi umatnya. Jika Nabi yang tanpa dosa saja terus memperbarui taubatnya, apalagi kita yang rentan berbuat salah. Di tengah gempuran budaya liberal Barat yang kerap menjauhkan manusia dari penciptanya, istighfar menjadi benteng ketahanan jiwa yang paling ampuh.
Tiga Bacaan Doa Mohon Ampunan Dosa Rasulullah SAW
Apa Itu Sayyidul Istighfar?
Ini adalah lafaz permohonan ampun yang paling agung karena mencakup pengakuan tauhid, pengakuan atas nikmat Allah, dan pengakuan atas kelemahan diri.
Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā 'abduka, wa anā 'alā 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, a'ūdzu bika min syarri mā shana'tu, abū'u laka bini'matika 'alayya, wa abū'u laka bidzanbī, faghfir lī fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Arti: