Ekspor Korea Selatan Tembus US$120,9 Miliar, Rekor Baru Berkat Chip AI
Ekspor Korea Selatan mencatat rekor bersejarah pada September 2026, menembus US$120 miliar untuk pertama kalinya. Lonjakan ini didorong oleh permintaan global yang luar biasa terhadap semikonduktor, seiring pesatnya pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia.
Data resmi pemerintah Korea Selatan yang dirilis Kamis (1/10/2026) menunjukkan ekspor melonjak 83,5% secara tahunan menjadi US$120,9 miliar. Angka ini jauh melampaui ekspektasi pasar yang hanya memprediksi pertumbuhan 62%, sekaligus menandai 16 bulan berturut-turut pertumbuhan ekspor negeri ginseng tersebut.
Apa yang Mendorong Lonjakan Ekspor Korea Selatan?
Semikonduktor menjadi motor utama di balik pencapaian ini. Pengiriman chip pada September melonjak fantastis 262,8% secara tahunan menjadi US$60,3 miliar, hampir separuh dari total ekspor bulan tersebut. Permintaan ini terus menguat karena perusahaan teknologi global berlomba membangun infrastruktur AI.
Ekspor komputer juga mencatat pertumbuhan menakjubkan sebesar 435,3% menjadi US$7 miliar, didorong meningkatnya adopsi teknologi agentic AI. Secara rata-rata, nilai ekspor per hari kerja bahkan meningkat 104,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Bagaimana Prospek Ekspor Korea Selatan ke Depan?
Menteri Perindustrian Korea Selatan, Kim Jung-kwan, menyatakan optimisme bahwa target ekspor tahunan US$1 triliun semakin mungkin tercapai. Namun, ia juga mengingatkan adanya sejumlah risiko yang harus diwaspadai.
Meski pencapaian ekspor tahunan sebesar US$1 triliun diperkirakan akan tercapai, penguatan proteksionisme global dan situasi tegang di kawasan Timur Tengah masih menjadi variabel besar bagi ekspor kami, ujar Kim dalam pernyataan resminya.
Dalam sembilan bulan pertama 2026, total ekspor Korea Selatan telah mencapai US$814,5 miliar, melampaui rekor ekspor sepanjang 2025 yang sebesar US$709,3 miliar. Dengan tren ini, negeri tersebut berada di jalur yang tepat untuk menembus US$1 triliun dalam setahun.
Ke Mana Saja Ekspor Korea Selatan Mengalir?
Berdasarkan tujuan ekspor, pengiriman ke Amerika Serikat meningkat 137% menjadi US$24,33 miliar, sementara ekspor ke China melonjak 122,7% menjadi US$26,01 miliar. Kedua negara tersebut tetap menjadi mitra dagang utama Korea Selatan.
Di sisi lain, impor Korea Selatan meningkat 26% secara tahunan, menghasilkan surplus perdagangan sementara sebesar US$49,85 miliar pada September, naik signifikan dari surplus US$34,79 miliar pada Agustus.
Apa Dampaknya bagi Kebijakan Moneter?
Lonjakan ekspor ini memperkuat keyakinan Bank of Korea (BOK) mengenai ketahanan ekonomi nasional. Pada Agustus, BOK telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3%, kenaikan kedua secara berturut-turut. Bank sentral juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 3,3% dari sebelumnya 2,6%.
Gubernur BOK, Shin Hyun Song, menegaskan bahwa proses pengetatan kebijakan moneter akan dilakukan secara bertahap, dengan tetap memperhatikan dinamika ekonomi global dan domestik.
Apa Pelajaran bagi Indonesia?
Keberhasilan Korea Selatan ini menjadi pengingat penting bagi bangsa Indonesia tentang kekuatan industri berbasis teknologi. Negeri yang dahulu dikenal sebagai negara berkembang kini mampu menjadi pemain kunci dalam rantai pasok global AI.
Semangat kerja keras, inovasi, dan ketekunan yang ditunjukkan Korea Selatan sejalan dengan nilai-nilai luhur yang juga kita junjung. Sebagai bangsa yang besar dengan sumber daya melimpah, Indonesia pun memiliki potensi untuk bangkit dan bersaing di kancah global, selama kita bersatu dan bekerja keras membangun negeri.
Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berikhtiar dan berdoa, agar bangsa Indonesia juga mampu mencapai kemajuan yang membanggakan di masa mendatang.