IHSG Bangkit, Ini Saham Syariah yang Bisa Jadi Pilihan Bijak
Jakarta, Nur Nusantara — Pasar modal Indonesia kembali menunjukkan kekuatannya. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,10 persen ke level 6.108,21 pada perdagangan Kamis (16/7). Kenaikan ini menjadi kabar baik bagi para investor, terutama yang ingin menanamkan modal di sektor-sektor yang sejalan dengan prinsip syariah dan nilai-nilai keislaman.
Penguatan indeks terutama ditopang oleh saham-saham unggulan seperti ASII, BMRI, dan BBCA. Sementara itu, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler dan sekitar Rp1,22 triliun di seluruh pasar. Arus dana asing ini didorong oleh meningkatnya transaksi di sektor perbankan dan emiten komoditas, termasuk transaksi negosiasi terkait pengambilalihan saham PKPK senilai lebih dari Rp1 triliun.
Semua 11 sektor di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona hijau. Sektor teknologi memimpin kenaikan sebesar 1,94 persen, disusul sektor-sektor lain yang juga mencatatkan penguatan. Di sisi global, mayoritas indeks saham Amerika Serikat justru melemah. Dow Jones turun 0,20 persen, S&P 500 terkoreksi 0,51 persen, dan Nasdaq turun 1,47 persen akibat tekanan pada saham teknologi.
Aksi Korporasi yang Menarik Dicermati
Beberapa emiten melakukan langkah strategis yang patut diperhatikan. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana menambah kegiatan usaha baru melalui layanan Network Access Point (NAP) yang akan dijalankan anak usahanya, PT Tower Bersama. Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem infrastruktur digital di luar bisnis utama penyewaan menara telekomunikasi.
Karena kontribusi Tower Bersama terhadap pendapatan konsolidasian melebihi 20 persen, rencana ini dikategorikan sebagai transaksi material. Persetujuan pemegang saham akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 24 Agustus. Model bisnis NAP akan fokus sebagai penyedia layanan wholesale IP transit dengan target pelanggan penyelenggara jasa internet (ISP) Tier 2-3 dan segmen korporasi.
Pengembangan ini akan memanfaatkan sinergi aset grup yang meliputi jaringan serat optik lebih dari 60.000 kilometer, menara telekomunikasi, serta pusat data. Perseroan menyiapkan investasi awal sekitar Rp47,40 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal, sehingga tidak mengubah struktur permodalan atau menambah utang. Berdasarkan studi kelayakan independen untuk periode 2026-2041, rencana ini menghasilkan estimasi Internal Rate of Return (IRR) sebesar 18,65 persen dan Net Present Value (NPV) positif Rp37,83 miliar.
Perubahan Kepemilikan di Pinago Utama
PT Pinago Utama Tbk (PNGO) tengah memasuki periode penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) oleh pengendali barunya, AEP Nusantara Holdings Limited. Penawaran dilakukan atas maksimal 13,59 juta saham atau sekitar 1,74 persen dari modal ditempatkan, dengan harga Rp3.584 per saham. Nilai transaksi maksimal MTO diperkirakan mencapai Rp48,69 miliar.
Periode penawaran berlangsung mulai 16 Juli hingga 14 Agustus 2026, setelah AEP Nusantara menyelesaikan akuisisi 767,66 juta saham atau sekitar 98,26 persen kepemilikan PNGO senilai Rp2,75 triliun pada 4 Mei lalu. Perseroan menegaskan bahwa MTO ini murni pemenuhan regulasi setelah perubahan pengendalian, tanpa rencana penghapusan pencatatan saham dari bursa.
Habco Trans Maritima Terbitkan Saham Baru
PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) berencana melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) melalui penerbitan maksimal 800 juta saham baru, atau sekitar 9,22 persen dari modal ditempatkan saat ini. Harga pelaksanaan akan mengacu pada ketentuan Bursa Efek Indonesia, yakni minimal 90 persen dari rata-rata harga penutupan selama 25 hari bursa berturut-turut.
Seluruh dana yang diperoleh akan digunakan untuk belanja modal. Setelah PMTHMETD terlaksana, porsi kepemilikan masyarakat diperkirakan berubah dari 13,29 persen menjadi 12,17 persen, sehingga pemegang saham publik berpotensi mengalami dilusi sekitar 8,44 persen.
Rekomendasi Saham untuk Investor Bijak
Bagi Anda yang ingin memanfaatkan momentum ini, berikut rekomendasi saham yang bisa dipertimbangkan:
- ASII — Buy 5025-5075 | TP 5150-5200 | SL 4760
- WIFI — Buy 2000-2030 | TP 2060-2100 | SL 1885
- NCKL — Buy 830-840 | TP 855-870 | SL 785
- IRSX — Buy 288-292 | TP 298-302 | SL 274
- SMGR — Buy 1480-1495 | TP 1510-1530 | SL 1410
Sebagai catatan, investasi di pasar modal tetap memerlukan kehati-hatian dan pengetahuan yang cukup. Jangan lupa untuk selalu memeriksa kesesuaian saham dengan prinsip syariah, karena keberkahan rezeki sama pentingnya dengan keuntungan duniawi. Semoga Allah memberkahi setiap langkah kita dalam mencari rezeki yang halal dan thayyib.
Wallahu a'lam bishawab.