IHSG Melemah, 5 Saham Ini Punya Potensi Cuan: Simak Rekomendasinya
Jakarta, Nur Nusantara - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,88% ke level 6.384,73 pada perdagangan Senin (21/9). Meski demikian, bagi investor yang cermat, selalu ada peluang di tengah koreksi. Mega Capital Sekuritas, bagian dari CT Corpora yang hadir sejak 1991, memberikan sejumlah rekomendasi saham yang berpotensi memberikan keuntungan hari ini.
Bagaimana Pergerakan IHSG dan Faktor Pemicunya?
Pelemahan IHSG salah satunya dipicu oleh aksi profit taking pada saham BYAN yang sebelumnya melonjak 19,96% pada perdagangan Jumat. Penurunan BYAN memberikan kontribusi negatif sebesar 11,41 poin terhadap IHSG. Investor asing juga mencatatkan net sell sebesar Rp503,12 miliar di pasar reguler dan Rp510,07 miliar di seluruh pasar.
Dari sisi sektoral, delapan dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 1,38%, sementara sektor Transportasi menjadi sektor dengan penguatan tertinggi, yakni 0,55%.
Apa Kabar Bursa Amerika Serikat?
Berbeda dengan IHSG, pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) justru berakhir positif. Dow Jones naik 0,71% ke level 52.048, S&P 500 menguat 1,49% ke level 7.764, dan Nasdaq naik 2,26% ke level 27.122. Sentimen global ini tentu bisa menjadi angin segar bagi pasar domestik.
Bagaimana Kinerja Amman Mineral (AMMN)?
Dari sisi aksi korporasi, Amman Mineral Internasional (AMMN) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$497,93 juta pada semester I 2026. Capaian tersebut berbalik dari rugi bersih US$148,72 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini sejalan dengan lonjakan penjualan bersih sebesar 1.024,02% secara tahunan menjadi US$2,05 miliar.
Perbaikan kadar bijih Fase 8 juga mendorong AMMN menaikkan guidance produksi emas dalam konsentrat untuk 2026 sebesar 34% menjadi 775 koz. Proyek Elang ditargetkan memasuki tahap Final Investment Decision (FID) pada 2027, dengan produksi bijih pertama diproyeksikan sekitar 2031-2032.
Apa Kabar Bayan Resources (BYAN)?
Bayan Resources (BYAN) berhasil memperoleh persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas perubahan RKAB untuk tiga anak usahanya. Persetujuan tersebut memberikan tambahan kuota produksi batu bara sekitar 15 juta-20 juta ton. Dengan demikian, risiko keterbatasan produksi akibat belum diterbitkannya RKAB dapat ditekan.
Di sisi lain, rencana akuisisi 10 miliar saham BYAN atau sekitar 30% oleh PT Jhonlin Baratama masih menunggu persetujuan dari Kementerian ESDM. Persetujuan tersebut diperlukan karena UU No. 3/2020 dan PP No. 96/2021 mengatur bahwa pemegang IUP/IUPK tidak dapat mengalihkan kepemilikan saham tanpa memperoleh izin dari menteri.
Bagaimana dengan Dividen Indonesia Fibreboard Industry (IFII)?
Indonesia Fibreboard Industry (IFII) tengah menetapkan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp5 per saham, dengan total nilai sekitar Rp47,06 miliar. Keputusan tersebut dilakukan setelah perseroan membukukan laba periode berjalan sebesar Rp78,12 miliar pada semester I 2026. Cum date dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 28 September 2026, sedangkan pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
Bagi sahabat Nur Nusantara yang ingin memanfaatkan peluang di tengah koreksi, berikut rekomendasi saham dari Mega Capital Sekuritas:
- IRSX - Buy 448-452 | TP 460-470 | SL 426
- BIPI - Buy 147-149 | TP 153-156 | SL 140
- BULL - Buy 398-402 | TP 410-416 | SL 380
- TRIN - Buy 394-398 | TP 408-416 | SL 376
- MAPA - Buy 690-700 | TP 710-720 | SL 655
Sebagai bangsa yang beriman, kita diajak untuk selalu bijak dalam mengelola rezeki. Investasi yang halal dan baik adalah bagian dari ikhtiar kita untuk masa depan yang lebih sejahtera. Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah kita dalam mencari rezeki yang berkah.
Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor masing-masing.