Jago Syariah Raih 2,4 Juta Nasabah, Bukti Kekuatan Ekonomi Islam Indonesia
Perkembangan ekonomi syariah Indonesia kembali menunjukkan prestasi membanggakan. Unit Usaha Syariah PT Bank Jago Tbk atau Jago Syariah mencatatkan pertumbuhan luar biasa dengan meraih hampir 2,4 juta nasabah hingga akhir 2025, tumbuh 16,5% secara tahunan.
Pencapaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan refleksi nyata dari semakin kuatnya kepercayaan umat terhadap sistem keuangan yang selaras dengan ajaran Islam. Head of Sharia Business Bank Jago Waasi Sumintardja menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap solusi keuangan digital berbasis syariah yang praktis, transparan, dan relevan dengan kebutuhan umat.
Aplikasi Syariah untuk Kehidupan Beribadah yang Terstruktur
Melalui Aplikasi Jago Syariah, para nasabah tidak hanya dapat mengatur keuangan harian, tetapi juga merencanakan kebutuhan ibadah secara lebih terstruktur sesuai prinsip syariah. Ini adalah wujud nyata bagaimana teknologi modern dapat berpadu harmonis dengan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Yang menarik, lebih dari 40.000 nasabah telah memulai perencanaan ibadah melalui Kantong Haji dan Kantong Umrah, menunjukkan komitmen umat untuk mempersiapkan rukun Islam kelima dengan cara yang sistematis dan sesuai syariah.
Indonesia, Kiblat Ekonomi Syariah Dunia
Direktur Infrastruktur Ekonomi Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat menyampaikan bahwa Indonesia memiliki fundamental yang sangat kuat sebagai salah satu pusat ekonomi syariah global.
Berdasarkan State of the Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia konsisten berada di peringkat ketiga dunia dalam ekonomi syariah global, dengan keunggulan di sektor modest fashion, farmasi halal, dan kosmetik halal.
Kontribusi sektor halal value chain (HVC) terhadap perekonomian nasional mencapai 27,34% atau setara Rp 4.832 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal III-2025. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama 2024 sebesar 26,53% atau Rp 4.368 triliun.
Semangat Berbagi di Waktu Mulia
Selama bulan Ramadan, terlihat pola transaksi yang mencerminkan tingginya semangat berbagi umat. Lebih dari 68% nasabah menunaikan zakat dan sedekah pada waktu subuh hingga dhuha, sementara 53% transaksi sedekah disalurkan untuk anak yatim piatu melalui fitur Jago Amal.
"Ini mencerminkan tingginya semangat berbagi di waktu-waktu utama beribadah," ungkap Waasi, menunjukkan bagaimana teknologi dapat memfasilitasi pelaksanaan ajaran Islam dengan lebih mudah.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meski capaian menggembirakan, masih terdapat ruang untuk pertumbuhan. Indeks literasi keuangan syariah mencapai 43,42%, naik dari 39,11% pada tahun sebelumnya. Namun, tingkat inklusi keuangan syariah baru mencapai 13,41%.
Kesenjangan antara literasi dan inklusi ini justru menjadi peluang emas, terutama bagi bank digital seperti Jago Syariah. Digitalisasi membuat layanan keuangan syariah lebih mudah diakses, efisien, dan relevan bagi generasi muda, dengan tetap menjaga kesesuaian dengan prinsip syariah.
Dengan akumulasi 3,32 juta sertifikat halal hingga Desember 2025 dan total 10,99 juta produk tersertifikasi halal, Indonesia semakin kokoh sebagai rujukan ekonomi syariah dunia, membuktikan bahwa nilai-nilai Islam dapat berjalan seiring dengan kemajuan ekonomi modern.