Rekam Jejak Kepemimpinan di Universitas Riau: Pelajaran dari Pengabdian Seorang Akademisi
Oleh: Ahmad Fadli
Pekanbaru, Nur Nusantara - Seorang pemimpin universitas tidak lahir begitu saja dari kemenangan dalam sebuah pemilihan. Ia ditempa oleh perjalanan panjang, pengalaman mengelola berbagai persoalan akademik, dan kemampuannya menyatukan hati seluruh sivitas akademika. Inilah yang menjadi renungan kita bersama dalam menentukan masa depan Universitas Riau.
Sebagai putra daerah yang mencintai tanah air dan nilai-nilai keislaman, saya meyakini bahwa kepemimpinan adalah amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab. Rekam jejak pengabdian selama bertahun-tahun menjadi cermin yang jujur tentang siapa yang layak memimpin. Pengalaman nyata dalam mengelola institusi pendidikan adalah bekal yang tak tergantikan oleh sekadar janji-janji perubahan.
Dalam pandangan saya, Dr. Mexsasai Indra, S.H., M.H. adalah figur yang memiliki modal tersebut. Pengabdiannya di Universitas Riau berlangsung melalui proses yang panjang, dimulai dari level akademik hingga dipercaya menduduki jabatan strategis. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati dibangun melalui pengalaman, bukan diperoleh secara instan.
Tidak banyak akademisi yang memiliki kesempatan sekaligus kepercayaan untuk menempuh hampir seluruh jenjang kepemimpinan di lingkungan kampus. Berawal sebagai Ketua Program Studi, kemudian Wakil Dekan, Dekan Fakultas Hukum, hingga Wakil Rektor I, perjalanan ini memberikan pemahaman yang utuh tentang dinamika pengelolaan perguruan tinggi.
Pengalaman itu penting karena tantangan yang dihadapi Universitas Riau saat ini tidak lagi sederhana. Kampus dituntut untuk meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat riset, memperluas kerja sama, dan menjaga tata kelola yang profesional. Semua itu membutuhkan pemimpin yang memahami persoalan dari tingkat program studi hingga tingkat universitas.
Saya juga melihat kemampuan membangun kolaborasi menjadi salah satu nilai lebih yang dimiliki Dr. Mexsasai. Di era pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, universitas tidak dapat berkembang apabila hanya mengandalkan sumber daya internal. Dibutuhkan jejaring yang luas dengan pemerintah, dunia usaha, industri, dan perguruan tinggi lain untuk membuka lebih banyak peluang bagi sivitas akademika.
Selain pengalaman, arah pembangunan yang ditawarkan juga menjadi aspek penting. Visi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset, inovasi, tata kelola yang baik, dan pengembangan sumber daya manusia adalah kebutuhan nyata Universitas Riau dalam menghadapi tantangan masa depan.
Namun demikian, siapa pun yang nantinya memimpin Universitas Riau harus mampu menjadi pemimpin bagi seluruh sivitas akademika, bukan hanya bagi kelompok tertentu. Kampus membutuhkan suasana yang harmonis, inklusif, dan kondusif agar seluruh potensi yang dimiliki dapat berkembang secara maksimal. Inilah nilai-nilai Islam yang mengajarkan persatuan dan keadilan.
Saya berharap seluruh tahapan pemilihan rektor berlangsung secara jujur, objektif, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi akademik. Proses yang berkualitas akan melahirkan pemimpin yang memiliki legitimasi kuat sekaligus mendapat kepercayaan dari sivitas akademika.
Sebagai alumni, saya memiliki harapan besar agar Universitas Riau terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang semakin diperhitungkan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan kepemimpinan yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga pengalaman dalam menerjemahkan visi menjadi program yang nyata.
Atas dasar itulah saya menilai dedikasi, pengalaman kepemimpinan, serta rekam jejak pengabdian Dr. Mexsasai Indra menjadi salah satu modal penting dalam proses pemilihan Rektor Universitas Riau. Pengalaman yang ditempa melalui berbagai jenjang kepemimpinan menunjukkan bahwa ia memahami kebutuhan kampus secara menyeluruh.
Keputusan tetap berada di tangan para pemilih sesuai mekanisme yang berlaku. Namun sebagai alumni, saya percaya bahwa Universitas Riau akan semakin kuat apabila dipimpin oleh figur yang telah mengenal kampus ini dari dekat, memahami tantangannya, serta memiliki pengalaman panjang dalam membangun dan mengembangkannya. Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah kita dalam memilih pemimpin terbaik untuk masa depan pendidikan di tanah air.