Amanah Kepemimpinan dan Ujian Ekonomi Rakyat Nusantara
Artikel ini merefleksikan beratnya amanah kepemimpinan di Nusantara, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, ketimpangan antara kemegahan program dapur gizi dan kondisi pendidikan yang terabaikan, hingga belum terpenuhinya janji penciptaan lapangan kerja. Kondisi ini menuntut pemimpin yang mengedepankan adab, kebijaksanaan, dan maslahat bagi seluruh rakyat.
Mengapa Amanah Kepemimpinan Harus Diutamakan?
Ya Bapak Presiden yang kini memikul amanah kekuasaan. Dalam tradisi keislaman, kepemimpinan adalah beban yang dipertanyakan di hari akhirat, bukan kemewahan yang dinikmati di dunia. Sebagian besar rakyat Indonesia telah menaruh kepercayaan pada Bapak, namun kenyataan yang kami hadapi sehari-hari serasa penuh kejutan yang mencengangkan. Program yang Bapak gagas memang baik, tetapi penyelenggaraannya kerap tak efektif. Potongan sana sini dalam kebijakan berisiko memicu penyalahgunaan, dan ironisnya, praktik itu telah terbukti dimanfaatkan oleh petinggi terdahulu.
Bapak Presiden, sesekali hargailah suara rakyat yang tersebar di berbagai cuitan. Jangan batasi komunikasi hanya pada lingkaran orang tertentu atau melalui orang kepercayaan Bapak saja. Beri celah bagi kami, rakyat yang memilih dan yang tidak memilih Bapak, untuk menyuarakan pendapat. Sebab pemimpin yang adil adalah pemimpin yang mendengar seluruh lapisan ummah.
Ketimpangan Sosial antara Dapur Gizi dan Pendidikan
Bapak Presiden, nilai rupiah di mata dolar kian melangit. Bapak pernah bercanda bahwa hal itu tak terasa karena orang desa tak pakai dolar. Namun nyatanya, baik desa maupun kota merasakan betul pukulan inflasi ini. Harga bahan pokok merambat naik. Membawa uang seratus ribu rupiah kini tak mampu lagi membeli barang sebanyak dulu, hanya cukup untuk beberapa kebutuhan dasar saja.
Ketimpangan di negeri ini semakin nyata. Saya melihat banyak Dapur SPPG di berbagai daerah, termasuk di Depok, yang dibangun rapi dan megah. Namun, sebuah video menyentak kesadaran kami. Di sebuah daerah, dapur SPPG-nya berdiri megah, sementara di sebelahnya ada sekolah yang lusuh dan nyaris rubuh karena tak dirawat. Guru yang bertugas mendidik generasi penerus bangsa, justru kalah penghasilannya dari petugas dapur gizi tersebut. Ditambah lagi, banyak kasus keracunan akibat olahan yang tak higienis atau sudah kedaluwarsa. Apakah manusia yang nyaris meregang nyawa hanya masuk dalam hitungan nominal? Apakah mengenyangkan perut lebih utama daripada mencerdaskan akhlak dan pikiran anak bangsa?
Ke Mana Pergi Janji 19 Juta Lapangan Pekerjaan?
Gaung penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan pernah bergema sangat tinggi, namun kami masih menunggu buktinya. Adik saya, lulusan Fakultas Hukum, sudah setahun menganggur dan melamar ke sana kemari tanpa hasil. Bila Bapak menganggap ini kurang usaha, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak pekerja swasta yang terkena pemutusan hubungan kerja. Di manakah 19 juta lapangan pekerjaan itu?
Janji manis memang mudah digaungkan saat kampanye, manis seperti madu. Harapan tertanam di dada pemilih, tetapi berjalannya waktu membuktikan kapasitas janji tersebut mungkin hanya angin segar yang kini malah membuat gerah. Masalah datang silih berganti, itu resiko memimpin. Namun hargailah kami rakyatmu. Bapak bukan hanya presiden bagi pemilihmu, melainkan pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia.
Adab Memimpin dan Urgensi Kebijakan yang Bijaksana
Di tengah hiruk pikuk masalah dalam dan luar negeri, rakyat sudah lelah berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masalah datang dan ramai diberitakan, tetapi dari pidato Bapak, kami jarang menemukan keputusan bijak yang menenangkan. Yang sering terdengar justru guyon yang mencengangkan. Bapak, masalah besar tidak selalu harus dihadapi dengan lelucon. Ada kalanya dibutuhkan ketegasan dan keseriusan, apalagi menyangkut urusan kebangsaan.
Memimpin lebih dari 200 juta rakyat bukan hal sepele. Ini adalah urusan besar yang menyangkut kehormatan dan nyawa banyak orang. Kami berharap besar pada Bapak selaku presiden, dan pada Wakil Bapak selaku wakil presiden. Rakyat menunggu strategi khusus untuk menjaga ekonomi Indonesia dari badai inflasi. Kami berharap dolar turun dan ekonomi pulih kembali, sehingga harga bahan pokok kembali stabil. Semua itu butuh kebijaksanaan, bukan sekadar retorika.
Apa dampak pelemahan rupiah terhadap rakyat kecil?
Pelemahan rupiah terhadap dolar secara langsung mendorong kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan sehari-hari, mengikis daya beli masyarakat hingga ke pelosok desa, di mana uang seratus ribu rupiah kini tak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Mengapa kritik terhadap program dapur gizi muncul?
Kritik muncul karena adanya ketimpangan prioritas, di mana dapur gizi dibangun megah sementara sekolah disampingnya lusuh, guru pendidik kurang dihargai dibanding petugas dapur, serta adanya kasus keracunan yang mengancam nyawa anak didik.
Bagaimana prinsip Islam memandang kepemimpinan?
Dalam prinsip Islam, kepemimpinan adalah amanah yang berat dan akan dipertanggungjawabkan. Pemimpin dituntut untuk bersikap adab, bijaksana, serius dalam menghadapi masalah ummah, serta memprioritaskan maslahat dan keadilan bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali.