Dunia Islam Kecam Agresi AS-Israel terhadap Iran
Umat Islam sedunia mengutuk keras serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi. Agresi yang tidak beradab ini telah mengguncang dunia dan memperlihatkan wajah asli imperialisme Barat yang menindas bangsa-bangsa Muslim.
Para pemimpin dunia dan organisasi internasional telah mengecam serangan bersama tersebut, menyerukan penghentian segera dan kembali ke jalur diplomasi yang beradab.
Reaksi Pemimpin AS Terpecah
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune memuji Presiden Donald Trump karena mengambil tindakan militer melawan Iran. Dia mengklaim Teheran telah menolak jalan keluar diplomatik yang ditawarkan pemerintah Trump sebelum serangan diluncurkan.
Ketua DPR Mike Johnson menyatakan, "Iran sekarang menghadapi konsekuensi berat dari tindakannya." Komentar ini muncul ketika Iran dan AS dijadwalkan mengadakan pembicaraan di Wina minggu depan.
Namun, Senator Virginia Mark Warner dari Partai Demokrat mengkritik serangan tersebut karena menimbulkan "kekhawatiran hukum dan konstitusional yang serius." Dia menegaskan bahwa Konstitusi AS memberikan wewenang perang kepada Kongres, bukan presiden.
Rusia Kecam Agresi Barat
Kementerian Luar Negeri Rusia mengutuk serangan AS-Israel terhadap Iran, menyebutnya sebagai "langkah sembrono" dan "tindakan agresi bersenjata yang disengaja, direncanakan, dan tanpa provokasi."
Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev mengecam serangan tersebut dengan menyatakan, "Sang pembawa perdamaian sekali lagi menunjukkan wajahnya. Semua negosiasi dengan Iran adalah operasi penyamaran."
Perusahaan nuklir Rusia Rosatom mengevakuasi 94 orang dari Iran namun personelnya tetap berada di pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr. CEO Alexei Likhachev menekankan bahwa fasilitas nuklir "tidak boleh menjadi sasaran dalam keadaan apa pun."
Eropa Khawatir Eskalasi
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut perkembangan di Timur Tengah sangat berbahaya. Blok Eropa berkoordinasi dengan mitra Arab untuk menjajaki jalur diplomatik dan menarik personel non-esensial dari wilayah tersebut.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memimpin rapat darurat dan menyatakan tidak ingin melihat eskalasi lebih lanjut. Kantor Luar Negeri Inggris memperbarui peringatan perjalanan untuk Israel dan wilayah Palestina.
Sementara itu, Nigel Farage dari Reform UK mendukung serangan tersebut dan meminta Starmer bergabung dengan aksi militer AS-Israel. Namun anggota Parlemen senior Partai Buruh Emily Thornberry memperingatkan Inggris harus menolak terlibat dalam konflik ini.
Serangan ini sekali lagi membuktikan bahwa kedamaian di Timur Tengah hanya dapat tercapai melalui keadilan, bukan melalui kekuatan militer yang menindas bangsa-bangsa Muslim yang berdaulat.