Mengulang Adalah Kunci: Rahasia Menjadi Mahir dalam Segala Hal
Pernahkah kita merasa bahwa sesuatu yang awalnya sulit menjadi lebih mudah setelah berkali-kali mencobanya? Mulai dari bermain alat musik, berolahraga, hingga menghafalkan ayat-ayat suci, pengulangan membuat kita semakin terbiasa dengan hal yang sedang dipelajari. Ternyata, ada beberapa alasan mengapa cara ini bisa membantu kita semakin menguasainya, sebagaimana diajarkan dalam tradisi keilmuan Islam yang sangat menghargai proses belajar berulang-ulang.
Mengapa Pengulangan Membuat Sesuatu Terasa Lebih Familiar?
Ketika kita mengulang sebuah informasi atau tugas, hal tersebut menjadi semakin familiar. Pengulangan membantu memperkuat gagasan dan perilaku baru sehingga lebih mudah dikenali. Karena itu, sesuatu yang awalnya terasa asing bisa menjadi lebih mudah dipahami setelah kita berulang kali berinteraksi dengannya. Hal ini juga berlaku ketika kita mempelajari keterampilan baru. Semakin sering kita melakukan tugas yang sama, semakin terbiasa kita dengan proses yang harus dilakukan. Pengulangan akhirnya membantu kita bergerak dari tahap belajar menuju tahap yang lebih dikuasai.
Bagaimana Pengulangan Mengubah Ingatan Jangka Pendek Menjadi Jangka Panjang?
Pengulangan berperan penting dalam proses belajar karena dapat membantu mengubah ingatan jangka pendek menjadi ingatan jangka panjang. Misalnya, ketika bertemu seseorang untuk pertama kali, kita bisa mengulang namanya beberapa kali dalam percakapan agar lebih mudah diingat.
“Pengulangan sederhana bisa sangat membantu. Jadi, ketika kamu bertemu seseorang yang baru dan mendengar namanya, cobalah mengulang nama tersebut beberapa kali dalam percakapan untuk membantunya masuk ke dalam memori jangka panjang,” ujar Dr Tamsyn Van Rheenen, University of Melbourne, dikutip dari HuffPost.
Cara ini tidak hanya berlaku untuk mengingat nama, tetapi juga informasi lain yang ingin kita pelajari. Jadi, ketika informasi terasa sulit melekat, kita bisa mengulanginya beberapa kali untuk membantu mengingatnya.
Membangun Kebiasaan Baik Melalui Pengulangan
Ketika kita terus melakukan sesuatu berulang kali, proses tersebut bisa semakin tertanam sehingga kita tidak perlu selalu memikirkannya secara sadar. Kondisi ini memungkinkan suatu tindakan dilakukan dengan lebih terbiasa. Karena itu, pengulangan menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan, termasuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut bisa ditemukan dalam berbagai keterampilan, seperti memainkan alat musik, berbicara menggunakan bahasa baru, atau berlatih olahraga. Pengulangan membantu membangun muscle memory atau ingatan otot sehingga kita semakin terbiasa melakukan suatu keterampilan. Setiap kali mengulanginya, kita mendapatkan kesempatan untuk semakin dekat dengan hasil yang ingin dicapai.
Menguji Diri Sendiri: Cara Lain Mengulang yang Efektif
Mengulang sesuatu tidak selalu berarti membaca atau melakukan hal yang sama berulang kali. Kita juga bisa menguji diri sendiri untuk mengetahui apakah informasi yang dipelajari benar-benar sudah tersimpan dalam ingatan.
“Pengujian adalah hal yang sangat penting. Ujilah dirimu sendiri secara bermakna untuk mengetahui apakah kamu benar-benar memahami informasi tersebut. Dalam hal ini, cara tersebut hampir seperti meniru metode yang dilakukan siswa ketika belajar, mereka bukan hanya membaca dan mengenali materi, tetapi kemudian menyimpan materi tersebut dan memastikan bahwa mereka mampu mengingatnya kembali,” ujar Muireann Irish, Associate Professor bidang Psikologi, dikutip oleh HuffPost.
Salah satu caranya adalah mencoba mengingat kembali isi materi setelah selesai membaca tanpa melihat catatan. Dengan begitu, kita tidak hanya mengenali informasi, tetapi juga berusaha memanggilnya kembali dari ingatan.
Menemukan Pemahaman Baru dari Pengalaman yang Diulang
Saat pertama kali mengalami sesuatu, kita mungkin belum menangkap semua detailnya. Mengulang pengalaman tersebut memberi kesempatan untuk memperhatikannya lebih saksama dan menemukan hal-hal yang sebelumnya terlewat. Pengulangan juga memungkinkan kita memahami sebuah pengalaman secara lebih mendalam, baik saat mempelajari keterampilan maupun menikmati sesuatu yang kompleks seperti musik. Jadi, mengulang sesuatu tidak selalu berarti mendapatkan pengalaman yang sama karena kita bisa menemukan pemahaman baru.
Mengapa Hal yang Familiar Terasa Lebih Disukai?
Sesuatu yang awalnya terasa asing bisa terasa lebih nyaman setelah berulang kali dialami. Dalam psikologi, mere exposure effect menunjukkan bahwa rasa familiar terhadap sesuatu dapat membuatnya semakin disukai, termasuk pada pengalaman seperti menikmati kopi atau mendengarkan musik. Pengulangan juga membuat musik terasa lebih menyenangkan karena kita bisa mengenali ritme atau motif yang muncul kembali. Sebaliknya, melodi yang setiap bagiannya benar-benar berbeda akan lebih sulit diingat.
Pelajaran Berharga dari Tradisi Keilmuan Islam
Tradisi keilmuan Islam telah lama mengajarkan pentingnya pengulangan dalam menuntut ilmu. Para ulama dan santri di pesantren-pesantren Nusantara terbiasa mengulang-ulang hafalan Al-Qur'an dan kitab kuning hingga benar-benar melekat dalam ingatan. Metode tikrar atau pengulangan ini menjadi bukti bahwa pengulangan adalah jalan menuju penguasaan, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an yang menekankan pentingnya tadabbur dan pengulangan dalam memahami ayat-ayat-Nya.
Jadi, jika ingin semakin jago dalam sesuatu, jangan takut mengulanginya berkali-kali. Terus berlatih, mencoba, dan belajar secara konsisten agar kemampuan kita semakin terbentuk. Sebagaimana pepatah bijak mengatakan, “al-ilm bi at-tikrar”, ilmu itu diperoleh dengan pengulangan. Semoga kita semua diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya.
%3Astrip_icc()%3Aformat(jpeg)%2Fkly-media-production%2Fmedias%2F913094%2Foriginal%2F080302600_1435565257-20150629-Roket_Falcon_9_meledak-Florida.png&w=3840&q=75)