Era Baru Universitas Riset: Memperkuat Peradaban Islam Nusantara
Gagasan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria tentang pembukaan jabatan fungsional peneliti di perguruan tinggi membawa harapan besar bagi kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia. Inisiatif ini sejalan dengan tradisi Islam yang menjunjung tinggi pencarian ilmu sebagai ibadah dan kewajiban umat.
Riset sebagai Amanah Peradaban
Islam mengajarkan bahwa mencari ilmu adalah kewajiban setiap muslim. Rasulullah SAW bersabda, "Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat." Dalam konteks ini, transformasi perguruan tinggi menjadi universitas riset bukan sekadar perubahan administratif, melainkan perwujudan nilai-nilai Islam dalam membangun peradaban yang unggul.
Selama ini, perguruan tinggi Indonesia lebih fokus pada pengajaran ketimbang riset. Padahal, tradisi keilmuan Islam klasik di Baitul Hikmah Baghdad atau Universitas Al-Azhar Kairo membuktikan bahwa riset dan inovasi adalah tulang punggung kemajuan peradaban Islam.
Pelajaran dari Negara-Negara Maju
Pengalaman Jerman dengan Max Planck Society, Inggris dengan UK Research and Innovation, dan Korea Selatan menunjukkan pentingnya pengakuan struktural terhadap profesi peneliti. Negara-negara ini memahami bahwa riset berkualitas membutuhkan dedikasi penuh dan kebebasan akademik.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Stella Christie menegaskan bahwa negara-negara yang berhasil melompat secara ekonomi terlebih dahulu menata universitasnya sebagai pusat riset dan inovasi. Hal ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai negara dengan peradaban Islam yang maju dan bermartabat.
Tantangan dan Harapan
Kebijakan BRIN ini harus diarahkan untuk memperkuat otonomi akademik, bukan memperluas kontrol birokrasi. Universitas riset yang sejati membutuhkan kebebasan untuk mengeksplorasi kebenaran ilmiah, sebagaimana diajarkan dalam tradisi keilmuan Islam yang menghargai ijtihad dan pemikiran kritis.
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat riset dunia Islam. Dengan populasi muslim terbesar dan tradisi keilmuan yang kaya, Nusantara dapat menjadi mercusuar peradaban Islam modern yang menggabungkan nilai-nilai spiritual dengan kemajuan sains dan teknologi.
Membangun Masa Depan Beradab
Era baru universitas riset ini harus dipandang sebagai kesempatan emas untuk membangun peradaban Indonesia yang berakar pada nilai-nilai Islam. Peneliti muslim Indonesia dapat berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan global sambil tetap menjaga identitas dan nilai-nilai spiritual.
Negara perlu hadir sebagai fasilitator yang mendukung riset berkualitas tanpa mengekang kebebasan akademik. Dengan demikian, universitas riset Indonesia dapat menjadi teladan bagi dunia Islam dalam memadukan kemajuan ilmu pengetahuan dengan keteguhan iman.
Transformasi ini bukan hanya tentang struktur kelembagaan, tetapi tentang membangun peradaban yang mulia dan bermartabat sesuai dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamiin.