20 Pekerja Disiagakan di PDU Rejomulyo, Sampah Kota Metro Ditangani dengan Sistem Shift
Kota Metro kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan dengan mengerahkan 20 pekerja di Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan. Dengan sistem shift, sampah yang datang setiap hari langsung dipilah agar tidak menumpuk dan menimbulkan masalah baru.
Plt Kepala UPTD TPAS Karangrejo Kota Metro, Raden Muhammad Joni Irwan, menjelaskan bahwa penyiapan tenaga kerja ini menjadi langkah penting dalam mendukung kembali berjalannya aktivitas pengolahan sampah di PDU Rejomulyo. Hal ini dilakukan setelah akses Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo dibuka kembali oleh Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso bersama warga setempat.
Bagaimana Sistem Shift Bekerja di PDU Rejomulyo?
Para pekerja telah menjalani pelatihan dan penyesuaian mekanisme kerja sejak Sabtu (22/8/2026), sehari setelah akses TPAS dibuka. Dengan sistem shift, setiap sampah yang datang dapat langsung ditangani sehingga tidak terlalu lama berada di lokasi.
“Teman-teman pekerja sudah mulai kita siapkan dan kita berikan pemahaman mengenai mekanisme pemilahan. Dengan sistem shift ini, setiap sampah yang datang bisa langsung ditangani sehingga tidak terlalu lama berada di lokasi,” kata Raden, Sabtu (29/8/2026).
Apa Saja Jenis Sampah yang Dipilah di PDU Rejomulyo?
Sampah yang tiba di PDU Rejomulyo tidak langsung dikirim ke TPAS. Material tersebut terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya:
- Sampah organik diarahkan ke barak pengomposan untuk diolah menjadi pupuk organik.
- Sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis dipilah dan dicacah agar dapat disalurkan ke rantai industri daur ulang.
- Sampah sisa yang sudah tidak dapat diolah kembali menjadi residu yang dikirim ke TPAS Karangrejo.
Pola ini diterapkan untuk mengurangi jumlah sampah yang harus ditampung di TPAS sekaligus menekan masuknya sampah basah yang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan.
Mengapa Pemilahan Sampah Organik Menjadi Kunci Utama?
Raden menegaskan bahwa pemisahan sampah organik memiliki peran penting dalam pengelolaan di tempat pemrosesan akhir.
“Pengurangan fraksi organik dinilai menjadi kunci utama dalam meredam bau busuk, mencegah penumpukan air lindi, sekaligus memperpanjang umur pakai (lifetime) penampungan akhir. Di saat yang sama, pembenahan mekanis terhadap gunungan sampah lama di TPAS Karangrejo terus berjalan,” ujarnya.
Bagaimana Kondisi Lalu Lintas Truk Sampah di Sekitar PDU?
Tingginya lalu lintas truk sampah di sekitar PDU Rejomulyo dalam beberapa hari terakhir terjadi karena armada harus mengangkut sampah yang sempat menumpuk selama pelayanan terhenti. Namun, proses tersebut kini telah memasuki tahap akhir seiring kondisi kebersihan kota yang berangsur normal.
“Kami pastikan bau sampah yang dikhawatirkan itu tidak akan terjadi. Proses pemilahan sampah organik dan anorganik di PDU Rejomulyo berjalan dengan baik dan terukur,” tegasnya.
Raden memastikan ritme pengelolaan di PDU Rejomulyo akan disesuaikan dengan kondisi pasokan sampah dari armada pengangkut sehingga penanganan dapat berlangsung lebih teratur.
“Mulai besok, lalu lintas armada truk sampah tidak akan sepadat beberapa hari ini karena kondisi kebersihan kota sudah berangsur normal. Ke depan, kapasitas kelola PDU Rejomulyo dipastikan mampu mengelola seluruh pasokan sampah yang diangkut oleh truk-truk sampah di Kota Metro,” pungkasnya.
Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan yang ditunjukkan oleh para pekerja dan pemerintah Kota Metro ini patut kita apresiasi. Dengan pengelolaan sampah yang baik, kita turut menjaga kebersihan dan keindahan kota sebagai wujud syukur atas nikmat Allah SWT.