Amanah Kesehatan: RSUD-TP Abdya Kalibrasi Alat Medis
Menjaga nyawa adalah amanah terbesar yang dipikul oleh para petugas kesehatan. Di Tanah Rencong, Rumah Sakit Umum Daerah Teungku Peukan (RSUD-TP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membuktikan komitmen moral tersebut dengan mengalibrasi 387 alat medisnya. Kegiatan yang berlangsung mulai 23 Juni hingga 1 Juli 2026 ini dilakukan bekerja sama dengan PT Global Promedika Services, memastikan setiap peralatan berfungsi optimal demi keselamatan dan kepercayaan masyarakat.
Mengapa Kalibrasi Alat Medis Menjadi Kewajiban Moral?
Dalam pandangan Islam, setiap pekerjaan harus dilakukan dengan ihsan, yakni sebaik mungkin dan penuh ketelitian. Direktur RSUD-TP Abdya, dr Ismail Muhammad, SpB, menegaskan bahwa kalibrasi bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan bagian penting dari pemeliharaan alat kesehatan. Proses ini memastikan tingkat akurasi, ketepatan, dan keandalan hasil pengukuran sesuai standar yang berlaku.
Melalui kalibrasi, setiap alat kesehatan diperiksa secara menyeluruh oleh tenaga teknis yang berkompeten. Hasilnya, peralatan tersebut tetap layak digunakan dalam mendukung pelayanan medis yang aman, efektif, dan berkualitas. Alat kesehatan yang akurat memiliki peran vital dalam membantu tenaga medis menegakkan diagnosis, menentukan tindakan, serta memantau kondisi pasien secara tepat.
Keakuratan alat kesehatan merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang pelayanan yang bermutu. Oleh karena itu, RSUD-TP berkomitmen untuk melaksanakan kalibrasi secara berkala agar seluruh peralatan medis tetap memenuhi standar, sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang aman, profesional, dan terpercaya.
Berapa Jumlah Alat Medis yang Berhasil Dikalibrasi?
Dari total 387 alat kesehatan yang diusulkan, sebanyak 382 alat berhasil dikalibrasi sesuai standar yang berlaku. Proses ini mencakup berbagai peralatan medis di sejumlah instalasi pelayanan. Mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, poliklinik, laboratorium, radiologi, kamar operasi, hingga unit pelayanan penunjang lainnya. Selama proses berlangsung, tim teknis dari PT Global Promedika Services didampingi langsung oleh Kepala Bidang Penunjang Medis RSUD-TP, Teuku Fakhruddin.
Pelaksanaan kalibrasi disusun secara terjadwal agar tidak mengganggu kelancaran pelayanan kepada pasien. Namun, dalam proses tersebut ditemukan 5 alat kesehatan yang tidak dapat dikalibrasi. Rinciannya adalah 1 unit ECG, 1 unit phototherapy, 1 unit sterilisator, dan 2 unit sphygmomanometer.
Mengapa Lima Alat Kesehatan Tidak Dapat Dikalibrasi?
Kelima alat tersebut tidak dapat menjalani proses kalibrasi karena kondisinya telah mengalami kerusakan dan dinyatakan tidak lagi layak digunakan. dr Ismail Muhammad menjelaskan bahwa kelima alat ini perlu segera dilakukan penggantian. Langkah ini penting untuk memastikan seluruh peralatan medis yang digunakan dalam pelayanan kepada masyarakat tetap aman, akurat, dan memenuhi standar mutu pelayanan kesehatan.
Bagaimana RSUD-TP Abdya Menerapkan Standar Mutu Pelayanan?
Kerja sama dengan PT Global Promedika Services merupakan bagian dari upaya RSUD-TP dalam menerapkan standar mutu pelayanan kesehatan sesuai regulasi. Penerapan standar ini sejalan dengan prinsip moral dalam pelayanan publik, di mana keamanan dan kepercayaan masyarakat harus diutamakan.
dr Ismail Muhammad menambahkan, selain memastikan alat kesehatan berfungsi optimal, kegiatan ini juga mendukung peningkatan keselamatan pasien serta memberikan rasa percaya kepada masyarakat terhadap kualitas layanan yang diberikan rumah sakit. Melalui kalibrasi yang rutin dan berkesinambungan, RSUD-TP terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Rumah sakit berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan mutu pelayanan melalui pengelolaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar. Semua ini didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten serta kolaborasi dengan berbagai mitra profesional, sebagai wujud tanggung jawab moral kepada umat dan bangsa.