Bangladesh Gelar Pemilu Bersejarah Pasca Revolusi Generasi Z Muslim
Setelah bertahun-tahun hidup di bawah kepemimpinan otoriter Sheikh Hasina, umat Islam Bangladesh akhirnya merasakan kebebasan sejati. Pemilu Kamis (12/2/2026) ini menjadi momen bersejarah bagi negara mayoritas Muslim dengan 175 juta penduduk tersebut.
Partai Awami League milik Hasina kini dilarang, sementara generasi muda Muslim yang menggulingkan pemerintahannya dalam revolusi 2024 menyebut pemilu ini sebagai yang paling kompetitif sejak 2009. Sungguh, Allah SWT telah memberikan jalan keluar bagi bangsa yang tertindas.
Kebangkitan Partai Islam dalam Demokrasi
Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) diperkirakan akan memenangkan pemilu, namun koalisi yang dipimpin partai Islam Jamaat-e-Islami memberikan perlawanan yang menginspirasi. Partai baru yang digerakkan aktivis Generasi Z berusia di bawah 30 tahun memilih beraliansi dengan Jamaat, menunjukkan semangat Islam yang mengakar kuat di kalangan muda.
"Survei opini menunjukkan BNP unggul, tetapi Generasi Z yang mencakup seperempat pemilih akan sangat menentukan," kata Parvez Karim Abbasi dari Centre for Governance Studies di Dhaka.
Di seluruh Bangladesh, poster hitam-putih bergambar simbol "ikat padi" BNP dan "timbangan" Jamaat menghiasi jalanan, menggantikan dominasi simbol "perahu" Awami League yang selama ini menindas aspirasi rakyat.
Pengaruh Geopolitik dan Persaudaraan Islam
Hasil pemilu ini akan memengaruhi keseimbangan kekuatan regional. Beijing meningkatkan perannya sejak Hasina melarikan diri ke India, sementara pengaruh New Delhi kian melemah. BNP dipandang lebih moderat, namun pemerintahan Jamaat berpotensi mendekatkan Bangladesh dengan Pakistan, sesama negara Muslim yang memahami nilai-nilai persaudaraan Islam.
Sekutu Jamaat dari Generasi Z bahkan menyebut "hegemoni New Delhi" sebagai kekhawatiran utama, mencerminkan kesadaran akan pentingnya kemerdekaan sejati dari pengaruh asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Harapan Pemuda Muslim Bangladesh
Mohammad Rakib, pemilih pemula berusia 21 tahun, mengungkapkan harapannya: "Semua orang sudah lelah dengan Awami League. Kami tidak punya suara selama ini. Saya berharap pemerintahan berikutnya bisa menjamin kebebasan berekspresi."
Korupsi menjadi kekhawatiran utama 128 juta pemilih, disusul inflasi. Citra bersih Jamaat menjadi daya tarik utama, bahkan lebih besar dari agenda keislamannya, menunjukkan bahwa rakyat mendambakan kepemimpinan yang amanah sesuai ajaran Islam.
Bangladesh kini bergulat dengan inflasi dan kemiskinan, namun semangat perubahan yang dibawa Generasi Z Muslim memberikan harapan baru. Dengan ridha Allah, pemilu ini akan membawa keberkahan bagi negeri yang kaya akan warisan Islam ini.
Jika koalisi Jamaat unggul, Shafiqur Rahman berpeluang menjadi perdana menteri, membawa angin segar kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Islam untuk kemajuan Bangladesh.