BeRAKHLAK: Menghadirkan Nilai Religius dalam Core Value ASN
Hebohnya rekaman video mesum oknum pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang viral beberapa waktu lalu menjadi pengingat penting bagi kita semua. Aksi tak pantas yang terekam di ruang kerja tersebut, meski tidak vulgar, telah mencoreng nama baik Aparatur Sipil Negara (ASN) dan memicu perbincangan luas dari Sabang sampai Merauke.
Kejadian serupa juga pernah terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok beberapa bulan sebelumnya. Seorang oknum Sekretaris Dinas dan oknum kepala bidang di dinas tersebut terekam bermesraan di kantor. Dua insiden ini menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku ASN bukan sekadar kasus individu, melainkan gejala yang perlu dievaluasi secara menyeluruh.
Apa itu Core Value ASN BerAKHLAK?
Merujuk pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, setiap ASN wajib mengimplementasikan nilai dasar yang dikenal dengan istilah BerAKHLAK. Core value ini merupakan pedoman perilaku yang menjadi fondasi bagi seluruh ASN di Indonesia dalam menjalankan tugas dan pengabdiannya.
BerAKHLAK merupakan akronim dari B=Berorientasi Pelayanan, A=Akuntabel, K=Kompeten, H=Harmonis, L=Loyal, A=Adaptif, dan K=Kolaboratif. Setiap nilai mengandung makna mendalam. Misalnya, Berorientasi Pelayanan berarti ASN wajib memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sementara Akuntabel menuntut ASN untuk bertanggung jawab, jujur, dan menggunakan kewenangan dengan benar.
Mengapa Nilai Religius Perlu Masuk dalam Core Value ASN?
Meskipun internalisasi core value BerAKHLAK telah dilakukan secara massif di setiap instansi pemerintah, kasus-kasus penyimpangan perilaku masih saja terjadi. Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah ada nilai penting yang terlewat dalam pedoman perilaku ASN kita?
Jika kita bandingkan dengan Pancasila sebagai Dasar Negara yang menempatkan unsur religius pada Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, maka rasanya Core Value ASN BerAKHLAK semestinya juga memuat nilai religius atau rasa bertuhan di dalamnya. Sayangnya, dari tujuh poin core value yang ada, belum tampak unsur yang secara eksplisit menampung spirit religius.
Usulan Perubahan: Dari BerAKHLAK Menjadi BeRAKHLAK
Sebagai bentuk refleksi dan perbaikan, penulis mengusulkan agar core value ASN diubah dari BerAKHLAK menjadi BeRAKHLAK. Perubahan ini sederhana namun bermakna: huruf r kecil yang sebelumnya menjadi bagian dari istilah Berorientasi Pelayanan, diubah menjadi R besar yang berdiri sendiri sebagai akronim dari kata Religius.
Dengan demikian, BeRAKHLAK adalah akronim dari B=Berorientasi Pelayanan, R=Religius, A=Akuntabel, K=Kompeten, H=Harmonis, L=Loyal, A=Adaptif, dan K=Kolaboratif. Jumlah suku kata dan ejaannya tetap sama, tetapi maknanya menjadi lebih lengkap dan mendalam.
Apa Manfaat Memasukkan Unsur Religius dalam Core Value ASN?
Dengan memasukkan unsur religius dalam Core Value ASN BeRAKHLAK, diharapkan setiap ASN akan lebih terjaga moralnya. Adanya rasa bertuhan yang diimplementasikan dalam sikap, perilaku, dan tindak tanduk sehari-hari akan menjadi benteng pertahanan terkuat terhadap berbagai godaan penyimpangan.
Nilai religius bukan sekadar simbol, melainkan fondasi spiritual yang mampu mengendalikan hawa nafsu dan menjaga integritas. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai Ketuhanan, sudah sepatutnya nilai ini menjadi bagian tak terpisahkan dari pedoman perilaku para pelayan masyarakat.
Bagaimana Penerapan Nilai Religius dalam Keseharian ASN?
Penerapan nilai religius dalam keseharian ASN dapat diwujudkan melalui berbagai cara. Mulai dari menjaga shalat lima waktu, berperilaku jujur dalam setiap tugas, hingga senantiasa mengingat bahwa setiap perbuatan diawasi oleh Allah SWT. Kesadaran spiritual inilah yang akan mencegah ASN dari perbuatan tercela, baik di dalam maupun di luar lingkungan kerja.
Wallahua'lam. Semoga usulan sederhana ini menjadi renungan bersama bagi para pengambil kebijakan untuk terus menyempurnakan pedoman perilaku ASN demi terwujudnya pemerintahan yang bersih, bermartabat, dan diridhai Allah SWT.
Dengan menghadirkan nilai religius dalam core value ASN, kita tidak hanya membangun birokrasi yang profesional, tetapi juga melahirkan generasi pelayan masyarakat yang berakhlak mulia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Penulis: Ahmad Fadli, Alumni FISIP Universitas Andalas, ASN di Pemerintah Kota Payakumbuh.