Setelah 5 Hari Kedinginan, Pengungsi Gempa Flores Akhirnya Terima Selimut Jelang Kedatangan Presiden Prabowo
NAGEKEO, NUR NUSANTARA - Ratusan pengungsi gempa bumi Flores di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menarik napas lega. Pada Jumat (21/8/2026) malam, mereka menerima bantuan selimut baru dan tikar setelah lima hari bertahan dalam kedinginan di tenda darurat. Penyaluran logistik ini datang tepat sehari sebelum agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke lokasi pengungsian.
Sebelumnya, warga terdampak yang mengungsi di tenda darurat Lapangan Berdikari, Kota Mbay, harus tidur dengan perlengkapan seadanya. Bayi, balita, hingga lansia menjadi kelompok yang paling merasakan dampak keterbatasan ini. Selama lima hari, hanya ada lima unit tenda darurat milik TNI AD yang menampung ratusan pengungsi. Kini, fasilitas di lokasi pengungsian mendadak bertambah dengan 28 unit tenda darurat baru bertuliskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kesaksian Warga: Baru Malam Ini Bisa Tidur Hangat
Kondisi memprihatinkan itu dialami langsung oleh para pengungsi dari Desa Marpokot. Sejak hari pertama mengungsi, mayoritas warga hanya mengandalkan kain atau tikar seadanya yang sempat diselamatkan dari rumah masing-masing. Bahkan, sebagian terpaksa tidur tanpa alas yang memadai.
Ferdinanda Dian, pengungsi asal Desa Marpokot, mengungkapkan rasa syukurnya saat menerima bantuan tersebut.
“Kalau selimut dan tikar dapat baru malam ini. Sebelumnya hanya makanan dan minuman dari relawan. Kalau bantuan selimut itu pertama untuk bayi balita, kalau kami yang dewasa baru malam ini,” ujarnya, Jumat malam.
Hal senada disampaikan Rovina Nena, warga Desa Marpokot lainnya. Ia mengaku bersyukur akhirnya bisa tidur lebih hangat setelah menerima bantuan tersebut.
“Selama lima hari kemarin belum pernah dapat selimut, malam ini baru dapat selimut, malam sudah tidak kedinginan lagi,” tutur Rovina.
Para warga terdampak berharap gempa susulan di wilayah Nagekeo dan sekitarnya segera berakhir agar mereka dapat kembali menempati rumah masing-masing dengan aman.
Agenda Kunjungan Kerja Presiden Prabowo ke Nagekeo
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan peninjauan langsung terkait penanganan tanggap darurat bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (22/8/2026). Kepastian agenda kunjungan Kepala Negara ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Bupati Nagekeo, Gonzalo Gratianus Muga Sada.
“Iya besok (hari ini) ada kunjungan presiden, kami lagi di tenda untuk persiapan kunjungan,” kata Gonzalo, Jumat malam.
Berdasarkan jadwal yang dihimpun, rombongan Presiden Prabowo tiba di Helipad Batalyon 834/WM Nagekeo sekitar pukul 11.50 WITA. Selanjutnya, Presiden dijadwalkan melakukan serangkaian agenda peninjauan:
- Posko Pengungsian Lapangan Berdikari: Meninjau kondisi dan berinteraksi langsung dengan para pengungsi terdampak gempa selama kurang lebih 30 menit.
- Posko Utama Tanggap Darurat (Halaman Kantor BPBD Nagekeo): Menerima pemaparan dari Satuan Tugas Penanganan Bencana.
- Dapur Umum Utama: Meninjau proses penyediaan logistik dan makanan bagi masyarakat terdampak.
- Fasilitas Publik Terdampak: Meninjau Gedung Perpustakaan Kabupaten Nagekeo yang mengalami kerusakan akibat gempa.
- RSUD Aeramo & Pelabuhan Maropokot: Meninjau penanganan medis korban gempa serta fasilitas pelabuhan.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian agenda peninjauan dan santap siang di Batalyon 834/WM, Presiden Prabowo beserta rombongan dijadwalkan bertolak kembali menuju Bandara Komodo, Labuan Bajo.
Harapan untuk Penanganan Bencana yang Cepat dan Tepat Sasaran
Kunjungan ini diharapkan dapat memastikan seluruh proses penanganan darurat, penyiapan logistik, hingga penyaluran bantuan bagi pengungsi gempa Flores di Kabupaten Nagekeo berjalan cepat dan tepat sasaran. Sebagai bangsa yang berakar pada nilai-nilai gotong royong dan kepedulian, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat yang tertimpa musibah menjadi penguat semangat dan penghibur bagi mereka yang tengah berjuang melewati masa sulit.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi saudara-saudara kita di Nagekeo dan memberikan kekuatan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana ini.