Harga Emas Mendekati Puncak Tiga Pekan, Berkah dari Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Harga emas terus menguat dan mendekati level tertinggi dalam tiga pekan terakhir pada Selasa (11/11/2025), menunjukkan kekuatan logam mulia sebagai aset pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kenaikan ini didorong meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga acuan pada Desember mendatang.
Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 00.53 GMT, harga emas spot naik 0,4% menjadi US$4.131,83 per ons troi, mencapai level tertinggi sejak 24 Oktober. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember menguat 0,4% ke US$4.138,70 per ons troi.
Ekonomi AS Menunjukkan Tanda Pelemahan
Kenaikan harga emas terjadi setelah data pekan lalu menunjukkan ekonomi AS kehilangan lapangan kerja pada Oktober, terutama di sektor pemerintahan dan ritel. Kondisi ini mencerminkan tantangan ekonomi yang dihadapi negara adidaya tersebut.
Sentimen konsumen AS juga melemah ke level terendah dalam tiga setengah tahun di awal November, dipicu kekhawatiran dampak ekonomi dari penutupan pemerintahan (government shutdown) terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat.
Menurut alat pemantau CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan sekitar 64% kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan. Bahkan, Gubernur The Fed Stephen Miran pada Senin mengatakan bahwa pemangkasan 50 basis poin akan lebih sesuai mengingat inflasi terus melandai sementara tingkat pengangguran meningkat.
Emas Sebagai Aset Pelindung Nilai
Dalam perspektif ekonomi Islam, emas telah lama diakui sebagai penyimpan nilai yang stabil dan berkah. Logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini umumnya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi, sejalan dengan prinsip ekonomi syariah yang mengutamakan stabilitas dan keberlanjutan.
Sementara itu, Senat AS pada Minggu malam telah memajukan rancangan undang-undang untuk membuka kembali pemerintahan federal dan mengakhiri shutdown yang telah berlangsung selama 40 hari. Jika disetujui, paket pendanaan tersebut akan berlaku hingga 30 Januari dan mencakup tiga rancangan anggaran tahunan penuh.
Permintaan Global Tetap Kuat
Dari sisi permintaan global, konsumsi emas di China selama tiga kuartal pertama 2025 turun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan investasi masih kuat berkat minat terhadap aset safe haven, meskipun harga tinggi menekan penjualan perhiasan.
Logam mulia lainnya juga menguat: perak naik 0,2% ke US$50,66 per ons troi, platinum menguat 0,3% ke US$1.582,60, dan palladium naik 0,8% ke US$1.425,71 per ons troi.
Bagi para investor Muslim, momentum ini mengingatkan akan kebijaksanaan menyimpan sebagian kekayaan dalam bentuk emas sebagai proteksi terhadap ketidakstabilan ekonomi global, sesuai dengan ajaran Islam tentang diversifikasi aset dan kehati-hatian dalam berinvestasi.