Ketua RT di Makassar Ini Perjuangkan Pemerataan Bansos dengan Hati dan Data
Makassar, Nur Nusantara – Di tengah hiruk pikuk kota Makassar, ada seorang perempuan yang memilih jalan mengabdi dengan hati. Aminah, Ketua RT 001 RW 002 Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah, tidak hanya duduk diam di balik meja. Ia turun langsung ke lapangan, menyapa warga satu per satu, dan memperjuangkan hak mereka yang terpinggirkan dari data bantuan sosial.
Bagi Aminah, menjadi pemimpin di tingkat RT adalah amanah yang harus dijalankan dengan keikhlasan dan kedekatan dengan warga. Sejak sebelum menjabat, ia sudah sering menjadi jembatan antara warga dan pihak kelurahan. Ia melihat sendiri bagaimana banyak tetangganya yang secara ekonomi layak menerima bantuan, namun namanya tidak tercantum dalam data penerima.
Mengapa Data Bansos Sering Tidak Tepat Sasaran?
Aminah mengungkapkan bahwa masalah utama adalah ketidaksesuaian antara data kesejahteraan (desil) dengan kondisi nyata di lapangan. Banyak warga yang sudah tidak bekerja, janda, atau hanya mengandalkan penghasilan dari pekerjaan kecil, justru masuk dalam kategori yang tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan.
“Saya maunya orang Dinsos turun langsung. Lihat kondisi rumah dan pekerjaan warga. Jangan hanya melihat data,” ujar Aminah kepada Tribun Timur, Minggu (26/7/2026).
Menurutnya, pendataan langsung adalah kunci agar bantuan tepat sasaran. Perubahan data yang diusulkan melalui kelurahan seringkali tidak langsung membuahkan hasil. “Kami usulkan beberapa kali untuk perubahan desil, namun belum ada perubahan data sampai saat ini,” keluhnya.
Kawal Sensus Ekonomi, Pastikan Data Sesuai Fakta
Ketika sensus ekonomi berlangsung, Aminah tidak tinggal diam. Ia mendampingi petugas sensus dari rumah ke rumah. Ia ingin memastikan setiap data yang dimasukkan benar-benar mencerminkan kondisi sosial ekonomi warganya.
“Saya antar petugas sensus itu ke rumah-rumah warga, kawal supaya data yang dimasukkan sesuai,” tegasnya.
Upaya ini adalah bentuk tanggung jawab moralnya sebagai pemimpin yang amanah. Ia berharap pemerintah segera mengakomodasi seluruh masyarakat kurang mampu ke dalam status yang sesuai pada pusat data pemerintah.
Gilir Bantuan Agar Semakin Banyak yang Merasakan
Tidak hanya memperjuangkan data, Aminah juga melakukan langkah kreatif dalam penyaluran bantuan. Ia kerap menemukan nama warga yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili, namun masih tercatat sebagai penerima bantuan.
Bantuan tersebut kemudian dialihkan kepada warga lain yang belum pernah menerima. “Selama itu ada di wilayahku, saya gilir ke warga yang belum pernah menerima sama sekali,” ucapnya.
Dengan cara ini, semakin banyak warga yang bisa merasakan manfaat bantuan sosial. Ini adalah wujud nyata dari semangat gotong royong dan keadilan sosial yang diajarkan dalam Islam.
Fokus pada Kebersihan Lingkungan dan Pengelolaan Sampah
Selain persoalan bansos, Aminah juga aktif mengajak warga memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Program ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Makassar. Ia mendatangi rumah-rumah warga, tempat anak muda berkumpul, hingga tempat ibu-ibu berbincang untuk menyosialisasikan pemilahan sampah.
“Setiap hari itu saya keliling. Ada warga kumpul, saya edukasi. Tak perlu acara formal, yang jelas ada kesempatan,” ucapnya.
Warga diarahkan memisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari sumbernya. Di ujung lorong, telah disediakan tempat penampungan sampah plastik. Aminah juga membagikan bantuan ember tempat sampah kepada sejumlah warga.
“Kuncinya sekarang bagaimana warga memilah sampah,” katanya.
Sampah anorganik dibawa ke bank sampah yang telah lama beroperasi di wilayahnya. Sementara sampah organik diarahkan ke TPS 3R yang menjadi salah satu yang teraktif di Kota Makassar. “Bersyukurnya sudah lengkap tempatnya, jadi sekarang tinggal mengubah kebiasaan mengelola sampah,” ucapnya penuh harap.
Menjadi Pemimpin yang Dekat dengan Warga
Bagi Aminah, menjadi ketua RT berarti harus siap bergerak cepat ketika warga membutuhkan. Ia ingin memastikan persoalan bantuan sosial, kebersihan lingkungan, hingga ketenteraman warga dapat ditangani bersama.
“Saya memang dari dulu suka bergaul dengan warga. Daripada sibuk sendiri, lebih baik maju dan sekalian membantu urusan orang banyak,” tuturnya.
Kisah Aminah adalah bukti bahwa kepemimpinan sejati lahir dari hati yang ikhlas dan tangan yang mau bekerja. Di tengah arus modernisasi, semangat gotong royong dan kepedulian sosial seperti inilah yang harus terus kita jaga dan teladani.
“Saya maunya orang Dinsos turun langsung. Lihat kondisi rumah dan pekerjaan warga. Jangan hanya melihat data.” – Aminah, Ketua RT 001 RW 002 Kelurahan Tamalabba
Biodata:
- Nama: Aminah
- Jabatan: Ketua RT 001 RW 002 Kelurahan Tamalabba
- Tempat Tanggal Lahir: Makassar, 9 Februari 1983