Moto Prix Piala Wali Kota Pekanbaru: Balapan, UMKM, dan Donasi Rp 120 Juta untuk Korban Gempa NTT
Kejuaraan Moto Prix Piala Wali Kota Pekanbaru yang digelar di Sirkuit Non-Permanen (NP) Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, pada 22-23 Agustus 2026, tidak hanya menjadi ajang adu cepat para pembalap. Event ini juga berhasil menggalang donasi sebesar Rp 120 juta untuk membantu korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang.
Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho SE MM, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya penyelenggaraan event yang berlangsung meriah dan gratis bagi masyarakat. “Alhamdulillah, acaranya selesai dan berlangsung meriah. Masyarakat bisa menonton gratis, hadiah untuk para juara juga besar, dan UMKM yang berjualan juga kita gratiskan,” kata Agung dalam keterangannya, Senin (24/8).
Ajang Balap yang Membawa Berkah Ekonomi dan Sosial
Menurut Agung, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sengaja mendorong agar event olahraga tidak hanya menjadi tontonan dan ajang kompetisi, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kehadiran ribuan penonton, pembalap, mekanik, ofisial, komunitas otomotif, hingga pelaku usaha, terbukti mendorong perputaran ekonomi di sekitar lokasi kegiatan. Para pelaku UMKM diberikan kesempatan berjualan tanpa dipungut biaya, sebuah langkah nyata dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan.
“Yang paling membahagiakan, dari event ini kita juga berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp120 juta untuk saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT. Terima kasih kepada seluruh pihak dan masyarakat yang sudah ikut berpartisipasi,” ujarnya dengan penuh haru.
Agung menilai, kegiatan tersebut membuktikan bahwa olahraga otomotif dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi dan kepedulian sosial. Ini adalah wujud nyata dari semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, khususnya di tengah ujian yang menimpa saudara-saudara kita di NTT.
Menyalurkan Bakat Muda, Menekan Balapan Liar
Lebih dari sekadar hiburan, event balap resmi ini juga diharapkan menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang otomotif. Agung menegaskan pentingnya wadah resmi ini sebagai upaya menekan aksi balapan liar di jalan raya yang kerap meresahkan masyarakat.
“Kita ingin anak-anak muda yang punya hobi balap memiliki tempat yang benar untuk menyalurkan bakatnya. Bukan balapan di jalan raya. Karena itu, event seperti ini akan kita dorong rutin, sekaligus menjadi ruang bagi UMKM dan kegiatan sosial,” kata Agung.
Ia pun meminta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Pekanbaru untuk berkoordinasi dengan jajaran kepolisian, khususnya Polresta Pekanbaru, agar kejuaraan balap motor dapat diselenggarakan secara berkala. “Setelah kita diskusikan dengan Pak Kapolresta, kita berharap event seperti ini bisa dilaksanakan tiga kali dalam setahun. Dengan adanya wadah resmi, mudah-mudahan balapan liar di Kota Pekanbaru semakin berkurang,” ujarnya.
Menuju Event Balap Nasional di Pekanbaru
Agung juga memendam harapan besar agar Pekanbaru ke depan dapat menghadirkan kejuaraan dengan skala yang lebih besar serta menarik lebih banyak pembalap nasional. “Mudah-mudahan ke depan kita bisa menghadirkan event-event balap tingkat nasional di Pekanbaru. Selain mengembangkan olahraga otomotif dan melahirkan pembalap-pembalap berprestasi, tentunya kita berharap juga memberikan dampak terhadap perekonomian Kota Pekanbaru,” katanya.
Persaingan Ketat dan Harapan Para Pembalap
Kejuaraan Moto Prix Piala Wali Kota Pekanbaru diikuti sekitar 200 pembalap dengan total sekitar 400 starter pada seluruh kelas yang dipertandingkan. Para pembalap berasal dari berbagai daerah di Sumatera, di antaranya Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah di Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Jambi.
Sebanyak 15 kategori kelas dipertandingkan, terdiri atas kelas utama dan supporting. Persaingan berlangsung ketat hingga sejumlah pembalap harus menentukan posisi podium pada lap-lap terakhir. Salah satu pembalap yang berhasil meraih podium pertama adalah Ardia Farel Ramadhan asal Bukittinggi. Ia menjadi juara pertama pada kelas Bebek Standar U-23.
Ardia mengaku bersyukur mampu mengamankan posisi pertama setelah melalui persaingan ketat. Ia sempat kehilangan posisi sebelum kembali menyalip lawannya pada lap terakhir. “Alhamdulillah bisa mendapatkan podium pertama. Persaingannya cukup ketat dan pada lap terakhir saya bisa kembali menyalip,” kata Ardia.
Ia juga memberikan penilaian positif terhadap Sirkuit NP Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru. Menurutnya, kondisi aspal dan layout lintasan nyaman bagi pembalap untuk melakukan manuver. “Layout sirkuitnya bagus, aspalnya tidak licin. Enak untuk cornering dan chicane-nya juga bagus. Cuacanya juga mendukung,” ujarnya.
Ardia berharap Pemko Pekanbaru kembali menggelar kejuaraan serupa sehingga para pembalap memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkompetisi di Pekanbaru. “Semoga ada seri berikutnya dan event seperti ini bisa kembali digelar di sini,” harapnya.
Apa yang Membuat Moto Prix Pekanbaru Istimewa?
Moto Prix Piala Wali Kota Pekanbaru bukan sekadar ajang balap motor biasa. Event ini menjadi contoh nyata bagaimana olahraga dapat menjadi sarana untuk memperkuat solidaritas sosial, memberdayakan ekonomi lokal, dan membina generasi muda. Dengan menggabungkan hiburan, kompetisi, dan kepedulian, Pekanbaru menunjukkan bahwa tradisi dan nilai-nilai kebersamaan dapat berjalan seiring dengan kemajuan dan modernitas.
Bagaimana Donasi untuk Korban Gempa NTT Disalurkan?
Donasi sebesar Rp 120 juta yang terkumpul dari event ini akan disalurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa di NTT. Wali Kota Agung Nugroho mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi, menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah bagian tak terpisahkan dari semangat bermasyarakat.
Kapan Event Moto Prix Berikutnya Akan Digelar?
Pemko Pekanbaru berencana menggelar event serupa secara rutin, dengan target tiga kali dalam setahun. Hal ini dilakukan setelah berkoordinasi dengan Polresta Pekanbaru, sebagai upaya menyediakan wadah resmi bagi para pembalap dan menekan aksi balapan liar. Ke depannya, diharapkan Pekanbaru mampu menjadi tuan rumah event balap nasional yang lebih besar.