Paus Leo XIV di Lampedusa: Seruan Solidaritas untuk Migran yang Menggugah Nurani
Dalam sebuah kunjungan yang sarat makna spiritual dan politik, Paus Leo XIV menginjakkan kaki di Pulau Lampedusa pada Sabtu, 4 Juli 2026. Di tengah gemuruh peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat, pemimpin tertinggi umat Katolik dunia ini justru memilih untuk berdiri di perbatasan paling memilukan di Eropa. Ia mendesak para pemimpin Eropa dan Amerika untuk tidak lagi memandang migran sebagai ancaman, melainkan sebagai saudara yang membutuhkan uluran kasih sayang.
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah panggilan jiwa yang menggema dari hati nurani seorang pemimpin. Paus Leo, yang lahir di tanah Amerika, justru memanfaatkan momen kemerdekaan bangsanya untuk menyampaikan pesan: