Sukuk Ritel SR025 Kembali Hadir, Imbalan Hingga 6,9% untuk Investasi Syariah yang Berkah
Jakarta, Nur Nusantara - Kabar gembira bagi umat yang ingin menumbuhkan harta dengan cara yang bersih dan berkah. Pemerintah kembali membuka pintu investasi syariah melalui Sukuk Ritel Seri SR025T3 dan SR025T5, yang mulai ditawarkan hari ini, Jumat (21/8/2026). Ini adalah kesempatan emas untuk ikut serta membangun negeri sambil meraih imbalan yang menenteramkan hati.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan secara resmi membuka masa penawaran instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel ini. Dengan skema akad Ijarah Asset to be Leased yang transparan dan sesuai prinsip syariah, kita diajak berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan yang adil dan maslahat.
Imbalan Tetap yang Menenteramkan, Dibayar Tiap Bulan
Yang membuat instrumen ini begitu menarik adalah kepastian imbalan yang ditawarkan. Untuk SR025T3 dengan tenor 3 tahun, pemerintah memberikan imbalan tetap sebesar 6,80% per tahun. Sementara bagi yang menginginkan jangka waktu lebih panjang, SR025T5 dengan tenor 5 tahun menawarkan imbalan lebih tinggi, yakni 6,90% per tahun.
Kedua seri ini menggunakan skema kupon tetap yang dibayarkan setiap tanggal 10 bulan. Jika tanggal tersebut jatuh pada hari libur, pembayaran dilakukan pada hari kerja berikutnya tanpa kompensasi tambahan, menjaga kejelasan dan keadilan bagi semua pihak. Pembayaran imbalan pertama dijadwalkan pada 10 Oktober 2026, dihitung secara short coupon karena masa penerbitan yang belum genap sebulan.
SR025T3 akan jatuh tempo pada 10 September 2029, sedangkan SR025T5 pada 10 September 2031. Dengan demikian, investor bisa merencanakan keuangan jangka panjang dengan lebih tenang dan terarah.
Investasi yang Fleksibel dan Bisa Dicairkan di Pasar Sekunder
Kedua seri sukuk ritel ini diterbitkan tanpa warkat (scripless) dan dapat diperjualbelikan di pasar sekunder mulai 11 Oktober 2026, setelah masa Minimum Holding Period berakhir. Ini memberikan fleksibilitas bagi investor yang membutuhkan likuiditas, tanpa mengurangi esensi investasi jangka panjang yang menyejahterakan.
Penerbit instrumen ini adalah Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia, dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) serta proyek atau kegiatan Kementerian atau Lembaga yang tercantum dalam APBN 2026. Artinya, setiap rupiah yang kita investasikan benar-benar digunakan untuk membangun fasilitas publik yang bermanfaat bagi umat dan bangsa.
Mulai dari Rp1 Juta, Siapa Saja Bisa Berinvestasi
Pemerintah menetapkan minimum pemesanan hanya Rp1 juta dan kelipatannya untuk kedua seri. Ini membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat kecil hingga menengah untuk berinvestasi syariah. Batas maksimum pemesanan juga dibedakan: SR025T3 dibatasi maksimal Rp5 miliar per investor, sedangkan SR025T5 maksimal Rp10 miliar per investor.
Skema ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik sekaligus memperluas basis investor ritel. Semakin banyak umat yang berinvestasi syariah, semakin kuat pula fondasi ekonomi bangsa yang berkeadilan.
Bagaimana Cara Memesan Sukuk Ritel SR025?
Proses pemesanan dilakukan sepenuhnya secara online melalui empat tahap: registrasi atau pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi kepemilikan. Seluruh transaksi disampaikan melalui sistem elektronik milik Mitra Distribusi yang telah terhubung dengan sistem e-SBN.
Pemerintah mengingatkan agar setiap calon investor memahami Memorandum Informasi Sukuk Ritel Seri SR025T3 dan SR025T5 secara menyeluruh sebelum melakukan pemesanan. Kehati-hatian adalah bagian dari ibadah dalam mengelola amanah harta.
33 Mitra Distribusi Resmi Siap Melayani Umat
Untuk memudahkan masyarakat, pemerintah telah menunjuk 33 Mitra Distribusi resmi yang tersebar di seluruh Indonesia. Berikut rinciannya:
- 18 Bank Umum, di antaranya PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, hingga Standard Chartered Bank.
- 2 Bank Umum Syariah, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, yang siap melayani dengan prinsip perbankan yang bersih dari riba.
- 9 Perusahaan Efek, termasuk PT Mandiri Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
- 4 Perusahaan Efek Khusus (APERD Financial Technology), yakni PT Bareksa Portal Investasi, PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+), PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), dan PT Bibit Tumbuh Bersama.
Masa penawaran dibuka sejak hari ini pukul 09.00 WIB hingga Rabu, 16 September 2026 pukul 12.00 WIB, dengan tanggal setelmen atau penerbitan pada 23 September 2026. Jangan lewatkan kesempatan mulia ini untuk menumbuhkan harta sekaligus berkontribusi pada kemakmuran negeri yang kita cintai. Investasi syariah bukan sekadar keuntungan dunia, tetapi juga ladang pahala yang terus mengalir.