Tiga Pelukis Sukawati Pamerkan Kearifan Lokal Bali di Sanur Art Hub
Denpasar, Nur Nusantara - Tiga pelukis asal Sukawati, Gianyar, menghadirkan pameran seni rupa bersama yang memadukan tradisi dan modernitas di Kalpataru Art Space, Sanur Art Hub, Denpasar. Pameran bertajuk Impulse ini berlangsung dari 19 Agustus hingga 15 September 2026, dan terbuka gratis bagi seluruh masyarakat.
I Made Mahendra Mangku, I Made Galung Wiratmaja, dan I Wayan Arnata membawa keunikan masing-masing dalam mengeksplorasi keberagaman media visual. Ketiganya lahir dari Sukawati, kantong seni rupa terkenal di Bali, dan ingin mengangkat nilai-nilai kelokalan budaya Bali ke kancah seni modern dan kontemporer.
Cat Air, Akrilik, dan Benang: Tiga Medium, Satu Pesan
Mahendra Mangku menampilkan enam karya cat air di atas kertas yang berbicara tentang alam dan lingkungan. Baginya, media kertas memiliki karakter yang sangat berbeda dan menantang.
“Saya dengan karya cat air punya tantangan cukup menarik dari segi media kertas yang karakternya sangat berbeda, tekniknya cepat karena tidak bisa ditimpa atau diulang lagi. Masa kecil saya anak seorang petani dan ibu pencari daun, memori alam itu yang mendorong saya berkarya menghadapi tantangan ini,” kata Mahendra Mangku di Denpasar, Minggu.
Sementara itu, Galung Wiratmaja mengeksplorasi medium akrilik di atas kanvas dengan pendekatan abstraksi figuratif. Ia menampilkan 13 karya berupa siluet figur yang sengaja tidak utuh untuk memancing imajinasi dan beragam tafsir penikmat seni.
“Saya membebaskan diri untuk menggali gaya yang cocok. Figur yang hadir tidak utuh atau berupa siluet ini sengaja saya hadirkan agar ada pemanjaan imajinasi dan interaksi persepsi dari penikmat seni. Ketika terjadi tafsir yang beragam, karya itu terus hidup,” ujar Galung Wiratmaja.
Pada medium yang lebih eksperimental, I Wayan Arnata mengolah benang di atas tujuh kanvas. Ia mengadopsi esensi teknik ngodi, keterampilan tradisional dalam pembuatan sarana upacara ngaben yang diwariskan oleh kakeknya, ke dalam bahasa seni rupa abstrak kontemporer.
“Karya benang ini berangkat dari memori masa kecil saat memperhatikan kakek saya yang seorang sangging. Teknik ngodi mengajarkan kesabaran dan ketelitian,” tutur Arnata.
Sanur Art Hub: Ruang Inklusif di Tengah Sawah
Penggagas Sanur Art Hub, I Wayan Apel Hendrawan, menjelaskan bahwa pameran ini sengaja digelar di ruang terbuka yang gratis, jauh dari kesan eksklusif galeri hotel di Sanur. Kalpataru Art Space berada di tengah hamparan sawah, memberikan kesejukan di tengah hiruk pikuk kota.
“Saya tidak mau seperti itu, biar murni independen, spesial menempatkan karya di sebuah galeri. Galeri ini akan didukung oleh keindahan dan kenyamanan Sanur bahwa masih ada persawahan dan kesejukan di tengah hiruk pikuk,” tuturnya.
Meski media visual yang digunakan berbeda-beda, Arnata menegaskan ada satu benang merah yang menyatukan karya mereka, yaitu pesan tentang nilai-nilai pengalaman dari kelokalan budaya Bali.
“Kami ingin mengangkat nilai tradisi kelokalan ini agar bisa berbicara di kancah seni rupa modern dan kontemporer,” ucap Arnata.
Pameran Impulse di Kalpataru Art Space dapat dikunjungi secara gratis oleh siapa pun, kapan pun, di tengah keindahan persawahan Sanur.
Apa yang Membuat Pameran Impulse Istimewa?
Pameran ini istimewa karena memadukan tiga medium berbeda, cat air, akrilik, dan benang, dalam satu ruang inklusif yang terbuka untuk umum. Ketiga seniman juga membawa nilai-nilai tradisi Bali yang diwariskan turun-temurun, seperti teknik ngodi dalam pembuatan sarana upacara ngaben.
Di Mana Lokasi Pameran Impulse?
Pameran berlangsung di Kalpataru Art Space, Sanur Art Hub, Denpasar, Bali. Lokasinya berada di tengah hamparan sawah, memberikan suasana sejuk dan alami bagi para pengunjung.
Kapan Pameran Impulse Berlangsung?
Pameran ini berlangsung dari 19 Agustus hingga 15 September 2026. Selama periode tersebut, masyarakat dapat datang dan menikmati karya seni secara gratis.