Sudahkah kita benar-benar berdamai dengan masa lalu? Pertanyaan ini layak direnungkan, terutama bagi kaum muda Muslim yang sedang mengenal calon pasangan untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Pada 26 Oktober 2026, CNNindonesia merilis ulasan tentang tujuh tanda seseorang yang secara emosional masih terikat dengan hubungan lamanya, sebuah pengingat bahwa hati yang belum pulih akan memengaruhi hubungan yang sedang dibangun.
Dalam tradisi kita, memilih pasangan bukan sekadar urusan perasaan. Ia adalah setengah agama, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Maka memeriksa kesiapan hati, termasuk kesiapan menghadapi masa lalu, menjadi bagian dari kebijakan dan tanggung jawab seorang mukmin.
7 ciri yang perlu diamati
1. Masih sering membicarakan mantan
Menurut laporan CNNindonesia yang mengutip situs Growing Self, orang yang masih terikat dengan hubungan sebelumnya kerap menceritakan kenangan bersama mantan di berbagai kesempatan. Jika topik itu terus muncul dalam percakapan dan sulit dilepaskan, ada kemungkinan hubungan lama masih memenuhi ruang dalam pikirannya.
2. Sering membandingkan pasangan dengan mantan
Kebiasaan membandingkan, misalnya mengatakan mantan lebih perhatian atau lebih memahami, membuat pasangan merasa tidak dihargai. Padahal setiap hubungan memiliki dinamikanya sendiri. Perbandingan yang terus-menerus hanya menghambat hubungan berkembang dan membuat salah satu pihak merasa tidak pernah cukup baik.
3. Sulit membuka diri secara emosional
Seseorang yang masih menyimpan luka cenderung menjaga jarak, menghindari pembicaraan serius, atau merasa tidak nyaman saat hubungan mulai mendekat. Ini bisa terjadi karena ia takut disakiti lagi. Sikap tertutup tidak selalu berarti masih mencintai mantan; bisa jadi ia memang butuh waktu untuk membangun kepercayaan.
4. Masih mengikuti kehidupan mantan secara berlebihan
Rasa penasaran wajar, tetapi memeriksa media sosial mantan setiap saat dan selalu ingin tahu siapa pasangan barunya adalah tanda keterikatan yang belum putus. Lebih mencemaskan lagi jika suasana hatinya bergantung pada kabar tentang mantan, misalnya sedih ketika tahu mantan sudah punya kekasih baru.
5. Masih menyimpan harapan untuk kembali bersama
Mengutip situs Relationship Hero, sebagaimana dirilis CNNindonesia, harapan untuk balikan membuat seseorang sulit menerima kenyataan bahwa hubungan telah berakhir. Akibatnya, ia kesulitan memberikan komitmen penuh kepada pasangan baru karena sebagian hatinya masih tertuju pada yang lama.
6. Mudah terbawa emosi ketika membahas masa lalu
Ketika nama mantan disebut, reaksi yang muncul bisa berupa marah, sedih, kecewa, atau justru bersemangat berlebihan. Emosi kuat semacam ini menandakan ada luka yang belum selesai diproses. Namun emosi tersebut tidak otomatis berarti cinta; bisa jadi yang tersisa adalah kekecewaan yang membutuhkan waktu untuk pulih.
7. Sulit menikmati hubungan yang sedang dijalani
Orang yang belum berdamai dengan masa lalu sukar hadir sepenuhnya. Ia sering memikirkan kejadian lama, ragu berkomitmen, dan hubungan baru pun terasa berjalan di tempat. Pasangan akan merasa diabaikan dan tidak mendapat kepastian arah hubungan.
Perspektif islami tentang masa lalu
Sebagai seorang Muslim, jalan keluar dari jerat masa lalu sesungguhnya sudah diajarkan agama kita. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bahwa orang kuat bukanlah yang pandai bergulat, melainkan orang yang mampu menahan dirinya ketika marah. Dalam konteks ini, kekuatan sejati adalah kemampuan menutup lembar lama dengan ikhlas, tanpa dendam dan tanpa harapan palsu.
Islam mengajarkan bahwa taubat, memaafkan, dan tenggelam dalam amal adalah cara hati disembuhkan. Momen reflektif ini juga tampak dalam sorotan media; Jawa Pos merilis delapan tanda seseorang sudah sembuh dari luka masa lalu, salah satunya berhenti mengulang-ulang percakapan dan pertanyaan tentang keputusan yang pernah diambil.
Kisah fiksi pun mengangkat tema yang sama. Drama Sunset & Rosie yang dirilis Kumparan menampilkan sosok Tegar yang belum selesai dengan masa lalunya bersama Rosie, sehingga hubungan barunya dengan Sekar menjadi rumit. Kisah semacam ini mengingatkan kita bahwa masa lalu yang belum diselesaikan selalu menagih harga.
Kapan seseorang dikatakan sudah sembuh?
Sembuh tidak berarti lupa. Melainkan, kenangan itu sudah tidak lagi mengendalukan perasaan dan pilihan. Seseorang yang sudah berdamai dengan masa lalunya mampu membicarakan mantan dengan tenang, tidak membandingkan, dan hadir sepenuhnya dalam hubungan yang sedang dijalani.
Bagi pasangan yang menemukan tanda-tanda ini pada pendampingnya, kesabaran dan doa adalah senjata. Ingatlah bahwa penyembuhan hati membutuhkan waktu yang berbeda bagi setiap orang. Namun jika kondisi berlarut-larut dan merusak kepercayaan, musyawarah yang jujur, atau bahkan pertimbangan keluarga dan kyai, adalah jalan yang dianjurkan budaya kita.
Pertanyaan seputar tanda belum move on
Apakah masih membicarakan mantan berarti masih mencintai?
Belum tentu. CNNindonesia menegaskan bahwa tanda-tanda tersebut bukan patokan mutlak. Bisa jadi seseorang sedang berusaha memulihkan diri dari luka, bukan menyimpan rasa.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk move on?
Tidak ada ukuran baku. Setiap orang membutuhkan waktu berbeda untuk menerima perpisahan dan kembali menjalani hidup.
Bagaimana cara sehat menghadapi masa lalu?
Terima kenyataan, maafkan dengan ikhlas, dan isi hari dengan amal serta kebaikan. Dalam Islam, husnuzhan kepada takdir Allah adalah pintu ketenangan hati.
