Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Fathan Subchi wafat pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Moskow, Rusia, dalam usia 56 tahun. Ia berpulang ketika sedang menjalankan tugas pemeriksaan keuangan negara.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi BPK melalui keterangan pers Biro Humas dan Kerja Sama Internasional pada hari yang sama. THE ASIAN POST melaporkan almarhum wafat setelah menjalani operasi jantung di Rusia.
Ucapan Bela Sungkawa dari PKB
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai tempat Fathan mengawali kariernya di dunia politik praktis, menyampaikan duka cita mendalam. Melalui akun Instagram resmi DPP PKB pada Minggu, partai itu mendoakan agar almarhum husnul khatimah.
«Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan. Aamiin ya rabbal 'alamin,» tulis keterangan DPP PKB.
Doa tersebut mencerminkan ikatan batin antara almarhum dan keluarga besar PKB. Sebelum menjadi anggota BPK pada 2024, Fathan dikenal sebagai politikus PKB dengan rekam jejak legislatif yang panjang.
Perjalanan Hidup Fathan Subchi
Menurut tirto.id, Fathan Subchi lahir di Demak, Jawa Tengah, pada 1970. Ia menghabiskan masa kecil hingga sekolah menengah di tanah kelahirannya.
Sejak muda, jiwa pengabdian pada agama sudah tampak pada dirinya. Saat SMA, ia melanjutkan pendidikan di Salatiga, masuk SMA Pendidikan Guru Agama, sekolah yang kini menjadi MAN Salatiga. Ia lulus pada 1988.
Pada 2001, Fathan meraih gelar sarjana dari Institut Agama Islam Al-Aqidah di Jakarta. Pendidikan keagamaan yang ditempa sejak mudanya menjadi bekal kokoh bagi seluruh perjalanan hidupnya.
Akar di NU dan PMII
Perjalanan Fathan di dunia pergerakan dimulai dari kampus. Selama kuliah, ia aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), organisasi mahasiswa yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama.
Ia dipercaya menjadi Ketua Pengurus Cabang PMII DKI Jakarta pada periode 1995-1996, lalu Ketua Pengurus Besar PMII pada 1997-1998. Viva melaporkan bahwa hingga akhir hayatnya, Fathan masih menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA PMII).
Setelah lulus, ia terus berkhidmat di NU, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Pada 2005, ia menjadi anggota Departemen Ekonomi dan Pemberdayaan Umat Pengurus Pusat MUI, sekaligus menjabat Direktur Induk Koperasi Syirkah Muawanah NU.
Kiprah di DPR dan BPK
Langkah Fathan menuju politik praktis bermula ketika Muhaimin Iskandar menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pada 2013-2014, ia ditarik menjadi staf ahli menteri tersebut.
Pada Pemilu 2014, Fathan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI melalui jalur PKB dan berhasil. Ia kembali terpilih pada Pemilu 2019, sehingga menjabat sebagai anggota parlemen dua periode berturut-turut, yakni 2014-2019 dan 2019-2024. Afu.id mencatat almarhum pernah menjabat Wakil Ketua Komisi XI DPR.
Setelah sepuluh tahun di Senayan, arah kariernya bergeser. Pada 17 Oktober 2024, Fathan dilantik menjadi anggota VI BPK RI. Pada posisi itu, ia memeriksa pengelolaan keuangan negara pada sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, BPJS Kesehatan, hingga BPOM.
Namun, dua tahun setelah menjabat, Allah Swt. memanggilnya pulang. Ia wafat di Moskow ketika menjalankan tugas pengabdian terakhir bagi negara.
Jenazah Disemayamkan di Jakarta, Dimakamkan di Demak
Mengutip kantor berita Antara, Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI Ahmad Iman Sukri menyatakan jenazah Fathan akan disemayamkan di Jakarta pada Senin (26/10) setibanya di tanah air.
«Disemayamkan dan disalatkan juga di rumah duka di Condet, Jakarta Timur. Setelah itu, baru dimakamkan di rumah di Jawa Tengah,» katanya.
Almarhum akan dimakamkan di Demak, Jawa Tengah, tanah kelahirannya. Ia kembali pada kampung halaman tempat iman dan ilmunya pertama tumbuh.
Kehilangan sosok seperti Fathan Subchi memang meninggalkan kekosongan bagi umat dan bangsa. Namun, jejak pengabdiannya, dari asrama PMII hingga ruang pemeriksaan BPK, tetap menjadi teladan bagi generasi muda muslim Indonesia.
Pertanyaan Umum
Kapan Fathan Subchi wafat?
Fathan Subchi wafat pada Minggu, 25 Oktober 2026, di Moskow, Rusia, dalam usia 56 tahun, ketika sedang menjalankan tugas pemeriksaan keuangan negara.
Apa jabatan terakhir Fathan Subchi?
Jabatan terakhirnya adalah anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan RI sejak 17 Oktober 2024, sekaligus Ketua Umum PB IKA PMII.
Dimana jenazah Fathan Subchi dimakamkan?
Jenazah disemayamkan dan disalatkan di rumah duka di Condet, Jakarta Timur, lalu dimakamkan di Demak, Jawa Tengah.
