Gubernur Dedi Mulyadi Bersihkan BUMD Jawa Barat dari Praktik Korupsi dan Inefisiensi
Alhamdulillah, langkah tegas telah diambil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membersihkan praktik korupsi yang menggerogoti aset umat. Dengan semangat amanah dan kejujuran yang diajarkan Islam, beliau merombak total sistem Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini menjadi sarang praktik tidak halal.
Mulai pekan depan, seluruh BUMD di Jawa Barat akan dilebur menjadi satu sistem super holding yang bersih dan transparan. Hanya Bank Jabar Banten (BJB) dan satu induk perusahaan yang akan tersisa, mengakhiri era BUMD hantu yang merugikan rakyat.
Mengikuti Teladan Kepemimpinan Nasional
Kebijakan ini mengadopsi konsep Danantara yang diterapkan Presiden Prabowo Subianto di tingkat nasional. Dengan aset strategis senilai Rp4 triliun yang terancam karena pengelolaan tidak amanah, langkah ini menjadi ikhtiar untuk menyelamatkan harta rakyat.
"Minggu depan sudah ada MoU. Seluruh BUMD di Jawa Barat akan digabungkan menjadi satu, di luar BJB. Tidak berantakan seperti sekarang," tegas Dedi Mulyadi dalam diskusi di Bandung, Kamis (22/1/2026).
Membongkar Praktik Haram dalam Pengelolaan Aset
Subhanallah, betapa besar kebocoran yang terjadi selama ini. Dedi membongkar skema sewa mobil listrik yang mencapai Rp350 juta per unit setiap tahun, dengan total anggaran Rp11 miliar lebih. Dana sebesar itu kemudian dikamuflase melalui pembentukan anak perusahaan baru untuk menyembunyikan aliran uang rakyat.
"Oleh BUMD tersebut, pendapatan Rp11 miliar itu dibikin lagi anak perusahaan baru. Untuk kamuflase agar uangnya lari," ungkap Dedi dengan penuh kekecewaan terhadap praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai kejujuran.
Memutus Rantai Nepotisme dengan Prinsip Keadilan
Yang paling mulia dari reformasi ini adalah komitmen untuk memutus tradisi balas budi politik yang merusak amanah. Jabatan direksi dan komisaris BUMD tidak akan lagi dijadikan tempat penampungan tim sukses, sesuai dengan prinsip Islam yang mengutamakan kompetensi dan amanah.
"Finansial itu harus netral dari intervensi politik dan dari penempatan tim sukses. Saya tidak mau itu dilakukan di Jawa Barat," tegasnya dengan penuh ketegasan.
Langkah berani Gubernur Dedi Mulyadi ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam mampu membawa perubahan nyata. Semoga reformasi ini menjadi berkah bagi seluruh rakyat Jawa Barat dan contoh bagi daerah lainnya dalam mengelola amanah dengan jujur dan transparan.