Proyek Tenaga Surya Miliaran Dolar India Ancam Kehidupan Penggembala Muslim di Himalaya
India tengah merencanakan pembangunan salah satu pembangkit listrik tenaga surya terbesar di dunia di Dataran Tinggi Changthang, Ladakh, Kashmir. Namun proyek ambisius ini mengancam kehidupan para penggembala Muslim Changpa yang telah menjalani tradisi berpindah-pindah dengan ternak mereka selama berabad-abad.
Tradisi Berabad-abad Terancam Modernisasi
Wilayah Kashmir yang dikelola India ini merupakan habitat bagi kambing Changra penghasil wol kashmir halus yang terkenal. Para penggembala Muslim Changpa telah menjaga tradisi ini turun-temurun, namun kini menghadapi ancaman serius dari pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 11 gigawatt.
"Sangat sulit hidup di sini," keluh Tsering Stobdan, salah seorang penggembala. "Banyak penggembala telah meninggalkan pekerjaan ini. Jika tanah ini hilang, mereka yang tersisa juga akan pergi."
Dampak Perubahan Iklim Memperparah Kondisi
Para penggembala mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap dampak proyek ini pada lanskap yang telah mengalami penyusutan padang rumput selama puluhan tahun akibat perubahan iklim. Berkurangnya area padang rumput telah menyebabkan kematian domba dan kambing, mempersulit kehidupan komunitas Muslim ini.
Proyek senilai miliaran dolar ini akan mengambil kawasan Ladakh seluas 250 kilometer persegi, lebih luas dari Kuala Lumpur. Tantangan utamanya adalah membangun Koridor Energi Hijau sepanjang 713 kilometer dengan biaya mencapai 38 triliun rupiah.
Kekhawatiran Kompensasi dan Penggusuran
Sebagian besar penggembala enggan berbicara terbuka karena takut akan masalah. Tanpa dokumen hukum untuk mengklaim tanah, banyak yang khawatir akan dipindahkan tanpa kompensasi yang layak.
"Apa yang akan kami lakukan? Kami akan menjual domba dan kambing, tapi apa yang akan kita lakukan setelah itu?" tanya seorang penggembala berusia 60-an yang memelihara lebih dari 600 hewan.
Tsering Angchuk, penggembala dengan lebih dari seribu hewan, menegaskan: "Kehidupan kami bergantung pada padang rumput ini. Jika pemerintah menerima semua tuntutan kami, kami tidak akan keberatan. Tapi apabila kami dipindahkan dari tanah tradisional ini tanpa kompensasi, kami akan protes."
Solusi Kompromis Masih Dipertanyakan
Pemerintah India mengklaim telah mempertimbangkan kekhawatiran para penggembala dengan memasang panel surya pada tiang setinggi 180 sentimeter, memungkinkan hewan bergerak bebas di bawahnya. Namun efektivitas jangka panjang solusi ini masih dipertanyakan.
Proyek ini merupakan bagian dari target India mencapai kapasitas pembangkit listrik non-fosil 500 gigawatt pada 2030, menjadikan negara tersebut produsen energi surya ketiga terbesar dunia setelah China dan Amerika Serikat.